Undang-undang sisdiknas melarang pendirian pendidikan kedinasan selain dibawah Depdiknas dan Depag. Namun, kenyataannya hingga kini masih banyak sekolah kedinasan yang berdiri selain dibawah kedua departemen tersebut.
Penataan kembali pendidikan kedinasan perlu segera dilakukan. Pemerintah diharapkan segera menyelesaikan rancangan peraturan pemerintah tentang pendidikan kedinasan.
Beberapa departemen yang memiliki sekolah kedinasan antara lain Departemen Hukum dan Ham, Departemen Kehutanan serta Departemen Dalam Negeri. Sebelumnya Depdagri telah menggabung dua sekolah kedinasan dibawah naungannya yaitu Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) dengan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dengan kasus Wahyu Hidayat sebagai momentumnya, sehingga sesuai dengan tuntutan satu sekolah kedinasan setiap departemen.
Pendidikan kedinasan pada awalnya berorientasi pada pendidikan dan pelatihan pegawai, bukan menghasilkan gelar kesarjanaan.
Arsip untuk Maret 13th, 2008
pendidikan kedinasan
Diterbitkan Maret 13, 2008 pendidikan 1 CommentTags: kedinasan, pendidikan, sekolah, sisdiknas
asrama dan pendidikan
Diterbitkan Maret 13, 2008 pendidikan Tinggalkan a KomentarTags: asrama, guru, kampus, pendidikan, sekolah
Kata ”asrama” bagi kebanyakan dari kita mungkin lebih terasosiasi dengan pendidikan, entah itu sekolah umum atau perguruan tinggi, mungkin karena kata asrama lebih melekat pada proses pendidikan.
Kini banyak institusi pendidikan yang membangun asrama untuk memudahkan siswanya mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi. Asrama sebagai tempat tinggal temporer, tidak lagi dipandang karena kepraktisan sebagai tempat tinggalnya saja, tanpa disadari juga memiliki makna sebagai proses pendidikan tersendiri dan bahkan dapat dijadikan indikator kualitas pelayanan institusi pendidikan tinggi dalam menyediakan social environtment kampus yang baik.
Ketua umum Sarjana Pendidikan Indonesia, Soedjiarto, baru-baru ini mendengungkan wacana calon guru seharusnya tinggal di asrama sebelum mengajar siswa. Tujuannya untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab dan perasaan santun kepada setiap calon guru. Sistem ini pernah diterapkan pada tahun 50-an.
Asrama dengan struktur organisasi asrama yang biasanya terdiri dari pemimpin, pembimbing, serta pengawas asrama akan menumbuhkan sikap tanggung jawab pada setiap anggotanya. Tinggal bersama di asrama juga menuntut para penghuninya untuk bersikap santun dan memahami satu sama lain.
Dengan frekuensi interaksi antar penghuninya yang padat tentu akan tumbuh semacam ikatan sesama penghuni asrama. Tempat tinggal yang sama mungkin dasar utama, kepentingan bersama adalah hal yang lain. Ikatan yang Iowie sebut “himpunan miniatur”.














Komentar Terakhir