Arsip untuk Juni 25th, 2008

Sekilas tentang golkar jelang Pemilu 2009

Pemilu 2004 menjadi bukti kelihaian Golkar berpolitik terutama dalam manuver menjelang pemilihan umum terutama pemilu 2004. Golkar yang merupakan partai terbesar rezim orde baru mengalami goncangan hebat saat reformasi. Pasca reforamasi partai ini menjadi tidak populer karena sejarah kedekatannya orba serta mengalami stigmatisasi dan demoralisasi politik yang parah. Hasilnya, perolehan partai dalam pemilu turun drastis dan kalah dengan PDIP yang mulai besar saat euforia reformasi berlangsung.

Namun, yang terjadi lima tahun kemudian kembali membuktikan begitu ampuhnya golkar bermanuver. Golkar hanya membutuhkan satu periode untuk kembali ke puncak. Salah satu langkah yang diambil golkar saat itu adalah mengadakan konvensi nasional sebagai mekanisme partai dalam rekrutmen kepemimpinan nasonal. Golkar dengan mekanisme konvesinya mampu membangun citra sebagai partai yang demokratis, mungkin saking dramatisnya bahkan Akbar Tanjung yang saat itu menjadi ketua umum pun dapat dikalahkan calon lain, Wiranto.

Memang, kemenangan partai ini dalam Pemilu 2004 tidak semata karena mekanisme konvensi yamg dijalankan, banyak manuver lain yang mendukung Golkar untuk memenangi Pemilu 2004, seperti kiprah tokoh-tokohnya dalam membangun citra partai, keunggulan pengalaman dan keefektifan mesin politik atau juga mungkin dugaan “serangan fajar” seperti yang pernah dilontarkan partai lain tapi tetap saja manuver parttai Golkar menjelang pemilu 2004 patut diacungi jempol.

Lalu bagaimana dengan pemilu 2009? Golkar memang masih belum bisa dipastikan mampu mengunci kemenangan Pemilu legislatif 2009 karena itulah menarik untuk mencermati dinamika partai ini menjelang Pemilu 2009.

Golkar dengan ketua umum Jusuf Kalla hampir dapat dipastikan tidak akan lagi menggelar konvensi, Jusuf Kalla lah kemungkinan besar yang akan diusung dalam pilpres 2009.

Menyambut 2009 Golkar “terjebak” dalam posisi aneh dalam sistem demokrasi yaitu menjadi partai tengah. posisi ini memang membuat partai aman dari kian merosotnya popularitas pemerintahan SBY tapi sayangnya disaat bersamaan juga tidak akan dapat mengambil momentum oposisi seperti yang ditunjukkan dalam sikap partai di DPR mengenai hak angket BBM. Posisi ini pula yang membuat dilematis partai golkar dalam menyikapi kasus sengketa pilkada Malut lalu.

Hasil pilkada yang telah banyak digelar sangat buruk bagi Golkar, secara keseluruhan Golkar memenangi 5% lebih sedikit dari PDIP. Hal ini pastilah bisa turut menjadi kendala perolehan suara 2009 walaupun hasil pemilihan kepala daerah tidak sepenuhnya menggambarkan hasil pemilu legislatif.

Jika membicarakan prediksi pemilu 2009 tentu juga patut memperhatikan manuver partai lain menjelang pemilu namun, patut ditunggu akankah ketiadaan konvensi dan hasil buruk dalam pilkada mampu menggembosi perolehan suara partai ini dalam Pemilu 2009?

 

We’re Back!!!

We’re Back

Seperti kata iklan serial Simple life 4 di TV yang nunjukin Paris hilton sama Nicole Richie mempromosikan reality shownya, sekarang saya buat iklan yang sama :D setelah dengan tega selama dua minggu lebih sudah menelantarkan blog ini. Tapi ga seperti acara Simple Life yang ujung2nya bintangnya jadi ga akur, Blog ini akan terus saya sayang :D :D :D