Arsip untuk Juni, 2008



Sekilas tentang golkar jelang Pemilu 2009

Pemilu 2004 menjadi bukti kelihaian Golkar berpolitik terutama dalam manuver menjelang pemilihan umum terutama pemilu 2004. Golkar yang merupakan partai terbesar rezim orde baru mengalami goncangan hebat saat reformasi. Pasca reforamasi partai ini menjadi tidak populer karena sejarah kedekatannya orba serta mengalami stigmatisasi dan demoralisasi politik yang parah. Hasilnya, perolehan partai dalam pemilu turun drastis dan kalah dengan PDIP yang mulai besar saat euforia reformasi berlangsung.

Namun, yang terjadi lima tahun kemudian kembali membuktikan begitu ampuhnya golkar bermanuver. Golkar hanya membutuhkan satu periode untuk kembali ke puncak. Salah satu langkah yang diambil golkar saat itu adalah mengadakan konvensi nasional sebagai mekanisme partai dalam rekrutmen kepemimpinan nasonal. Golkar dengan mekanisme konvesinya mampu membangun citra sebagai partai yang demokratis, mungkin saking dramatisnya bahkan Akbar Tanjung yang saat itu menjadi ketua umum pun dapat dikalahkan calon lain, Wiranto.

Memang, kemenangan partai ini dalam Pemilu 2004 tidak semata karena mekanisme konvensi yamg dijalankan, banyak manuver lain yang mendukung Golkar untuk memenangi Pemilu 2004, seperti kiprah tokoh-tokohnya dalam membangun citra partai, keunggulan pengalaman dan keefektifan mesin politik atau juga mungkin dugaan “serangan fajar” seperti yang pernah dilontarkan partai lain tapi tetap saja manuver parttai Golkar menjelang pemilu 2004 patut diacungi jempol.

Lalu bagaimana dengan pemilu 2009? Golkar memang masih belum bisa dipastikan mampu mengunci kemenangan Pemilu legislatif 2009 karena itulah menarik untuk mencermati dinamika partai ini menjelang Pemilu 2009.

Golkar dengan ketua umum Jusuf Kalla hampir dapat dipastikan tidak akan lagi menggelar konvensi, Jusuf Kalla lah kemungkinan besar yang akan diusung dalam pilpres 2009.

Menyambut 2009 Golkar “terjebak” dalam posisi aneh dalam sistem demokrasi yaitu menjadi partai tengah. posisi ini memang membuat partai aman dari kian merosotnya popularitas pemerintahan SBY tapi sayangnya disaat bersamaan juga tidak akan dapat mengambil momentum oposisi seperti yang ditunjukkan dalam sikap partai di DPR mengenai hak angket BBM. Posisi ini pula yang membuat dilematis partai golkar dalam menyikapi kasus sengketa pilkada Malut lalu.

Hasil pilkada yang telah banyak digelar sangat buruk bagi Golkar, secara keseluruhan Golkar memenangi 5% lebih sedikit dari PDIP. Hal ini pastilah bisa turut menjadi kendala perolehan suara 2009 walaupun hasil pemilihan kepala daerah tidak sepenuhnya menggambarkan hasil pemilu legislatif.

Jika membicarakan prediksi pemilu 2009 tentu juga patut memperhatikan manuver partai lain menjelang pemilu namun, patut ditunggu akankah ketiadaan konvensi dan hasil buruk dalam pilkada mampu menggembosi perolehan suara partai ini dalam Pemilu 2009?

 

We’re Back!!!

We’re Back

Seperti kata iklan serial Simple life 4 di TV yang nunjukin Paris hilton sama Nicole Richie mempromosikan reality shownya, sekarang saya buat iklan yang sama :D setelah dengan tega selama dua minggu lebih sudah menelantarkan blog ini. Tapi ga seperti acara Simple Life yang ujung2nya bintangnya jadi ga akur, Blog ini akan terus saya sayang :D :D :D

total football hancurkan catenaccio

Langkah pertama yang sulit buat timnas Italia di gelaran EURO tahun ini. datang dengan harapan dan beban besar sebagai penyandang gelar juara dunia, Italia takluk 0-3 di tangan Belanda. Gol pertama dibuka Wesley Sneijder pada menit 26′, gelandang serang yang menjadi penentu kreativitas belanda, selanjutnya Rutje dan Giovani Van Bronckhorst menggandakan skor di menit 31′ dan 79′.

Pertandingan yang layak disebut “final dini” ini berjalan menarik dengan tempo cepat. Belanda benar benar berhasil menggugurkan anggapan semakin memudarnya gaya total football kreasi Rinus Michels di timnas Belanda. Catenaccio Itali mereka hancurkan dengan 3 gol.

Italia yang sejak babak pertama sudah ketinggalan 2 gol tidak mampu mengejar ketertinggalan bahkan Van Bronckhorst mampu menambah gol Belanda melalui counter attack apik setelah sebelumnya Edwin Van Der Sar mampu menepis tendangan bebas Andrea Pirlo.

Kiper manchester united yang telah memiliki 125 caps di timnas, Edwin Van der sar, bermain cemerlang dengan banyak menggagalkan banyak peluang bomber itali termasuk Luca Toni yang musim ini sukses mencetak 39 gol di Muenchen.

Italia yang tergabung dalam grup maut bersama Prancis, Belanda, dan Romania adalah tim yang selalu diunggulkan di tiap turnamen tak terkecuali Euro kali ini. namun, timnas Italia terakhir merebut gelar eropa 40 tahun yang lalu. Hasrat untuk mengakhiri puasa gelar dan keinginan untuk menyandingkannya dengan trophy piala dunia seperti yang pernah dilakukan Jerman dan Prancis menjadi beban psikologis buat pemain Italy.

Kekalahan di pertandingan perdana membuat langkah Italia semakin sulit. Italia masih harus berhadapan dengan Prancis yang menjadi musuh bebuyutannya sejak 1998 serta underdog Rumania yang berhasil menahan tanpa gol Prancis di pertandingan pertamanya.

alasan Depdagri perlu membawahi institut sendiri

Dalam undang undang sistem pendidikan Nasional hanya Depdiknas dan Depag yang memiliki wewenang mengelola lembaga pendidikan kedinasan. Namun, nyatanya Departemen dalam negeri, Departemen Hukum dan Ham serta Departemen perhubungan pun juga membawahi sekolah kedinasannya sendiri. Rancangan undang undang tentang pendidikan kedinasan yang mengatur institusi pendidikan kedinasan dibawah departemen hingga kini masih digodok pemerintah.

Depdagri dalam hal ini membawahi lembaga pendidikan kedinasannya sendiri yang dikenal dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang kini telah berganti nama menjadi Institut Ilmu Pemerintahan (IIP).

Adanya institusi pendidikan yang dibawahi oleh Departemen dalam Negeri atau departemen lain non Diknas tidak perlu dikhawatirkan akan memelintir kebebasan ilmiah dan objektivitas ilmu pengetahuan. Institusi pendidikan bagaimanapun juga adalah wilayah yang bebas political interests.

Mengenai eksistensi IPDN yang berada dibawah Depdagri sebagai induk semang, menarik untuk menyimak apa yang pernah disampaikan Prof Taliziduhu Nraha yang menatakan,

Dalam hubungannya yang generalis, kepamongprajaan lebih sebagai seni (art) dan kreativitas ketimbang teknik dan spesialisasi. Kualitas ini tidak dapat dipenuhi oleh perguruan tinggi umum yang cenderung spesialistik.

posisi Institut Ilmu Pemerintahan yang berada dibawah Depdagri lebih merupakan sebuah jawaban dari kebutuhan yang spesifik akan output yang diproyeksikan akan lahir dari lembaga semacam IIP. Dengan struktur yang ada, Depdagri, yang memang memiliki interest terhadap eksistensi lembaga ini, dapat memberikan pengawasan (full-watched) pada proses pendidikan yang sedang berlangsung.

Institut Ilmu Pemerintahan adalah berbeda dengan universitas lain walaupun memiliki scope yang sama yaitu ilmu pemerintahan karena standar kompetensi lulusan IPDN/IIP adalah kepamongprajaan.

« Halaman Sebelumnya