Arsip untuk Juli, 2008

It’s not the winner but the loser

pilkada langsung

pilkada langsung

Pilkada gubernur Jawa timur periode 2008-2014 telah usai digelar. Meski KPUD belum secara resmi melansir hasil perhitungan resmi, menurut Quick count LSI tampaknya Pilkada Jatim ini akan terus berlanjut ke putaran kedua. Berdasarkan UU No 12 tahun 2008, tentang hasil revisi terbatas Undang-undang 32 tahun 2004, Pilkada harus digelar dua tahap jika tidak ada pasangan calon yang mendapat perolehan suara lebih dari 30% .

Menurut hasil Quick Count Lingkaran Survei Indonesia (LSi), dua pasang calon yang dipastikan akan bertarung di putaran kedua adalah pasangan nomor urut lima, Soekarwo-Syaifullah Yusuf, dan pasangan nomor urut satu, Khofifah Indar P-Mujiono.

Pilkada tahap pertama kemarin cukup sukses meski angka golput mencapai 40%. Pilkada adalah sarana berdemokrasi yang berujung pada kesejahteraan rakyat. Semua orang, khususnya masyarakat provinsi yang pada jaman Belanda pernah bernama Oesthoek ini, berharap siapapun Gubernur terpilih nantinya semua kebijakan yang di ambil mestilah bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Pilkada Jatim ini juga tentu harus dapat menjadi media pencerdasan politik masyarakat jawa timur. Proses Pilkada yang telah banyak digelar di daerah juga kian mengukuhkan posisi daerah sebagai lini depan penjaga demokrasi.

Memang, banyak juga terjadi konflik dalam penyelenggaraan Pilkada. Disinilah dibutuhkan kebesaran hati setiap pihak terutama para elit politik untuk mau bersikap legowo dalam menerima hasil pilkada sebagai Kompetisi demokratis. Pilkada sebagai proses politik haruslah berdampak positif bagi masyarakat. Seperti apa yang Anies Baswedan, Rektor universitas Paramadina, pernah katakan bahwa penentu berhasil atau tidaknya demokrasi is not the winner but the loser.

Passion to share

Kini semakin banyak saja orang yang keranjingan sama yang namanya blog, termasuk juga saya salah satunya :) . Kalo dipikir-pikir sih blogging memang lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya *bahasanya influencer sih gitu* apalagi sekarang sudah banyak blog hosting lokal Indonesia seperti dagdigdug, blogdetik dan banyak lainnya.

Makanya, kampanye gerakan sejuta blogger yang dicanangkan om Nuh saat Pesta Blogger 2007 kemarin perlu didukung. Ga perlu ambil pusing dengan tudingan Blogger itu Hacker atau apalah, Devil May Care. Ga perlu jadi Hacker kalo cuman untuk buat Blog!

Menkominfo memang juga pernah bilang kalo Blogger bukanlah pihak yang berhak menyebarkan informasi. It’s ok toh Blogging juga positif membangun budaya menulis. bangsa yang besar adalah bangsa yang siap memasuki budaya menulis, katanya sih begitu.

Ada satu kesamaan kalo semua Blogger di dunia dikumpulkan jadi satu *di ruang 3×4*. Semua Blogger pasti merasakan dan memiliki apa yang bahasa minangnya disebut Passion to share, hasrat untuk berbagi. Hasrat ini lah yang membuat kita terus betah Blogging, jadi rajin Blogwalking lah trus kalo ada sesuatu kejadian, atau apalah, yang menarik perhatian kita biasanya ada dorongan untuk kita tulis di Blog agar bisa share dengan yang lain.

Esensi blogging adalah berbagi. Passion ini juga lah yang membedakan Blogger dengan wartawan media mainstream. Kalo wartawan lebih menekankan sisi to cover dalam menulis berita, Blogger lebih pada sisi to share.

Hmm… Jadi intinya hari ini? Blogger ga ada yang pelit :mrgreen: makanya ayongeblog!

Hasil Quick Count Pilkada Jawa Timur

Hasil Quick Count Pilkada Jawa Timur

1. Khofifah Indar Parawansa – Mudjiono 24.82%
2. Soetjipto – Ridwan Hisyam 21.28%
3. Soenarjo – Ali Maschan Moesa 19.57%
4. Achmady – Suhartono 7.72%
5. Soekarwo – Syaifullah Yusuf 26.61%

Quick Count dilakukan pada 23 Juli 2008.
Quick count dilakukan dengan mengambil sampel 400 TPS dari semua TPS yang ada di seluruh Provinsi Jawa Timur. Hasil Quick Cout dipresentasikan dalam konferensi pers di Surabaya. Hasil Quick Count juga disiarkan secara langsung (live) di TV One. Hasil quick count, pasangan Soekarwo – Syaifullah Yusuf unggul dengan perolehan suara 26.61%. Tetapi karena tidak ada pasangan yang berhasil meraih suara di atas 30%, kemungkinan ada Putaran II Pilkada Jawa Timur, yang mempertemukan pasangan Soekarwo – Syaifullah Yusuf dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa – Mudjiono.

Sumber: Lingkaran Survei Indonesia

Sumpah pegawai negeri sipil

“Demi Allah, saya bersumpah:

Bahwa saya, untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah;

bahwa saya, akan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggungjawab;

bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah, dan martabat Pegawai Negeri serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan; bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan;

bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara “.

kemarin, lewat sumpah ini  Saya membangun komitmen kepada Allah SWT untuk menjalani pengabdian sebagai pegawai negeri sipil dengan mencoba akan selalu loyal kepada peraturan dan negara Indonesia serta sebagai titian untuk mengabdi pada masyarakat.

Semoga tulisan ini menjadi semacam prasasti bagi saya untuk terus mengingatkan pada Janji yang telah saya buat.

ada budak di line up pemain

Masa rehat kompetisi Eropa biasanya dimanfaatkan banyak klub untuk berburu pemain. Fenomena globalisasi ternyata juga kini tampak di sepak bola. Barcelona CF, misalnya, ternyata tidak hanya memiliki fans di Catalunya tapi juga Indonesia. mereka bahkan ikutan ketar ketir saat mendengar kabar manajemen Barca berniat melego Eto’o dan Dinho. berita paling panas tentu masih tentang rencana kepindahan Christiano Ronaldo dari MU ke Madrid. Bukan cuma Hooligan inggris dan fans Spanyol atau Portugal yang harap harap cemas menunggu pecahnya rekor transfer Zinedine Zidane, tapi juga gibol seluruh dunia!

Sepak bola tampaknya sudah benar benar menjadi semacam Industri baru di Eropa, sesuatu yang coba untuk ditiru Indonesia dengan Liga Super. Banyak klub besar Eropa ringan saja melepas dana besar hanya untuk seorang pemain. Skill sudah lagi bukan satu-satunya, Branding seorang pemain juga telah menjadi semacam feromon buat klub dalam memburu pemain.

Berita transfer pemain Eropa memang sangat menarik untuk diikuti tapi ada rasa tak adil jika mendengar proses transfer molor meski sang pemain dan agennya sudah memberi sinyal positif. Manajemen klub masih dalam posisi dominan dalam proses perpindahan pemain padahal sejak 1995 telah ada aturan Bosman.

Aturan Bosman memang dibuat untuk memposisikan pemain sejajar dengan pihak manajemen klub tapi ternyata klub dapat dengan mudah saja menyiasati aturan ini dengan membuat kontrak panjang untuk pemain. Pantas kita sering mendengar ada saja klub yang menawarkan perpanjangan kontrak saat sang pemain bermain apik meski kontraknya masih tersisa panjang.

Pemain bola di liga liga eropa memang bergaji besar tapi sebagai konskuensinya mereka tidak seleluasa pemain Indonesia dalam perpindahan klub, mungkin karena pemain liga Indonesia biasanya cuma dikontrak satu musim.

Presiden FIFA Sepp Blatter mengecam sistem transfer yang berlaku saat ini. Ia bahkan secara hiperbolik menyebut fenomena ini sebagai perbudakan modern.

Saya selalu mengutamakan perlindungan terhadap pemain, dan jika sebagai pemain Ia ingin pergi, biarkanlah Ia pergi. Saya pikir dalam sepak bola saat ini terlalu banyak perbudakan Modern dalam sistem transfer pemain atau dalam pembelian pemain.

Globalisasi serta kapitalisme yang turut menjangkiti Sepak bola memang menjadi suatu keniscayaan. Meski begitu Hakikat sepak bola sebagai olahraga haruslah tetap kita jaga.

Halaman Berikutnya »