Masa rehat kompetisi Eropa biasanya dimanfaatkan banyak klub untuk berburu pemain. Fenomena globalisasi ternyata juga kini tampak di sepak bola. Barcelona CF, misalnya, ternyata tidak hanya memiliki fans di Catalunya tapi juga Indonesia. mereka bahkan ikutan ketar ketir saat mendengar kabar manajemen Barca berniat melego Eto’o dan Dinho. berita paling panas tentu masih tentang rencana kepindahan Christiano Ronaldo dari MU ke Madrid. Bukan cuma Hooligan inggris dan fans Spanyol atau Portugal yang harap harap cemas menunggu pecahnya rekor transfer Zinedine Zidane, tapi juga gibol seluruh dunia!
Sepak bola tampaknya sudah benar benar menjadi semacam Industri baru di Eropa, sesuatu yang coba untuk ditiru Indonesia dengan Liga Super. Banyak klub besar Eropa ringan saja melepas dana besar hanya untuk seorang pemain. Skill sudah lagi bukan satu-satunya, Branding seorang pemain juga telah menjadi semacam feromon buat klub dalam memburu pemain.
Berita transfer pemain Eropa memang sangat menarik untuk diikuti tapi ada rasa tak adil jika mendengar proses transfer molor meski sang pemain dan agennya sudah memberi sinyal positif. Manajemen klub masih dalam posisi dominan dalam proses perpindahan pemain padahal sejak 1995 telah ada aturan Bosman.
Aturan Bosman memang dibuat untuk memposisikan pemain sejajar dengan pihak manajemen klub tapi ternyata klub dapat dengan mudah saja menyiasati aturan ini dengan membuat kontrak panjang untuk pemain. Pantas kita sering mendengar ada saja klub yang menawarkan perpanjangan kontrak saat sang pemain bermain apik meski kontraknya masih tersisa panjang.
Pemain bola di liga liga eropa memang bergaji besar tapi sebagai konskuensinya mereka tidak seleluasa pemain Indonesia dalam perpindahan klub, mungkin karena pemain liga Indonesia biasanya cuma dikontrak satu musim.
Presiden FIFA Sepp Blatter mengecam sistem transfer yang berlaku saat ini. Ia bahkan secara hiperbolik menyebut fenomena ini sebagai perbudakan modern.
Saya selalu mengutamakan perlindungan terhadap pemain, dan jika sebagai pemain Ia ingin pergi, biarkanlah Ia pergi. Saya pikir dalam sepak bola saat ini terlalu banyak perbudakan Modern dalam sistem transfer pemain atau dalam pembelian pemain.
Globalisasi serta kapitalisme yang turut menjangkiti Sepak bola memang menjadi suatu keniscayaan. Meski begitu Hakikat sepak bola sebagai olahraga haruslah tetap kita jaga.
Komentar Terakhir