Arsip untuk Juli 27th, 2008

It’s not the winner but the loser

pilkada langsung

pilkada langsung

Pilkada gubernur Jawa timur periode 2008-2014 telah usai digelar. Meski KPUD belum secara resmi melansir hasil perhitungan resmi, menurut Quick count LSI tampaknya Pilkada Jatim ini akan terus berlanjut ke putaran kedua. Berdasarkan UU No 12 tahun 2008, tentang hasil revisi terbatas Undang-undang 32 tahun 2004, Pilkada harus digelar dua tahap jika tidak ada pasangan calon yang mendapat perolehan suara lebih dari 30% .

Menurut hasil Quick Count Lingkaran Survei Indonesia (LSi), dua pasang calon yang dipastikan akan bertarung di putaran kedua adalah pasangan nomor urut lima, Soekarwo-Syaifullah Yusuf, dan pasangan nomor urut satu, Khofifah Indar P-Mujiono.

Pilkada tahap pertama kemarin cukup sukses meski angka golput mencapai 40%. Pilkada adalah sarana berdemokrasi yang berujung pada kesejahteraan rakyat. Semua orang, khususnya masyarakat provinsi yang pada jaman Belanda pernah bernama Oesthoek ini, berharap siapapun Gubernur terpilih nantinya semua kebijakan yang di ambil mestilah bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Pilkada Jatim ini juga tentu harus dapat menjadi media pencerdasan politik masyarakat jawa timur. Proses Pilkada yang telah banyak digelar di daerah juga kian mengukuhkan posisi daerah sebagai lini depan penjaga demokrasi.

Memang, banyak juga terjadi konflik dalam penyelenggaraan Pilkada. Disinilah dibutuhkan kebesaran hati setiap pihak terutama para elit politik untuk mau bersikap legowo dalam menerima hasil pilkada sebagai Kompetisi demokratis. Pilkada sebagai proses politik haruslah berdampak positif bagi masyarakat. Seperti apa yang Anies Baswedan, Rektor universitas Paramadina, pernah katakan bahwa penentu berhasil atau tidaknya demokrasi is not the winner but the loser.

Passion to share

Kini semakin banyak saja orang yang keranjingan sama yang namanya blog, termasuk juga saya salah satunya :) . Kalo dipikir-pikir sih blogging memang lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya *bahasanya influencer sih gitu* apalagi sekarang sudah banyak blog hosting lokal Indonesia seperti dagdigdug, blogdetik dan banyak lainnya.

Makanya, kampanye gerakan sejuta blogger yang dicanangkan om Nuh saat Pesta Blogger 2007 kemarin perlu didukung. Ga perlu ambil pusing dengan tudingan Blogger itu Hacker atau apalah, Devil May Care. Ga perlu jadi Hacker kalo cuman untuk buat Blog!

Menkominfo memang juga pernah bilang kalo Blogger bukanlah pihak yang berhak menyebarkan informasi. It’s ok toh Blogging juga positif membangun budaya menulis. bangsa yang besar adalah bangsa yang siap memasuki budaya menulis, katanya sih begitu.

Ada satu kesamaan kalo semua Blogger di dunia dikumpulkan jadi satu *di ruang 3×4*. Semua Blogger pasti merasakan dan memiliki apa yang bahasa minangnya disebut Passion to share, hasrat untuk berbagi. Hasrat ini lah yang membuat kita terus betah Blogging, jadi rajin Blogwalking lah trus kalo ada sesuatu kejadian, atau apalah, yang menarik perhatian kita biasanya ada dorongan untuk kita tulis di Blog agar bisa share dengan yang lain.

Esensi blogging adalah berbagi. Passion ini juga lah yang membedakan Blogger dengan wartawan media mainstream. Kalo wartawan lebih menekankan sisi to cover dalam menulis berita, Blogger lebih pada sisi to share.

Hmm… Jadi intinya hari ini? Blogger ga ada yang pelit :mrgreen: makanya ayongeblog!