Arsip untuk Agustus, 2008

Marhaban yaa Ramadhan

Insyaallah beberapa hari lagi kita sampai pada bulan Ramadhan bulan yang penuh dengan rahmat. Siapkah kita menunaikan puasa sebulan penuh? Insyaallah. untuk semakin menguatkan niat kita berpuasa di bulan ramadhan mungkin lebih baik jika kita mengetahui keutamaan puasa dari beberapa segi, diantaranya;

pertama, Allah mengkhususkan puasa untuk diri-Nya di antara semua bentuk amalan lainnya. Karena puasa merupakan rahasia antara seorang hamba dengan Rabb-nya, tiada seorang pun yang mengetahuinya selain Allah.

Kedua, puasa merupakan suatu bentuk kesabaran dalam menaati Allah, juga sabar terhadap takdir Allah dalam hal-hal yang menyakitkan, misalnya berupa lapar, haus, lemah badan, dan jiwa. Maka di dalam puasa ini tercakup kesabaran tersebut, dan nyatalah bahwa orang yang berpuasa termasuk orang yang sabar. Allah berfirman, ”Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS Az-Zumar [39]: 10).

Ketiga, puasa sebagai perisai untuk menjaga orang yang berpuasa dari perkataan kotor, keji, dan sejenisnya. Rasulullah SAW berkata kepada para sahabat, ”Jika seseorang dari kamu sedang berpuasa maka janganlah ia berkata kotor dan jangan pula berbuat keji.”

Selain itu, puasa juga membentengi orang yang berpuasa dari neraka sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad yang baik dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Puasa adalah perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.”

Keempat, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misk (minyak wangi paling harum), sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari. Dan kelima, orang yang berpuasa memperoleh dua macam kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka dan kesenangan ketika bertemu Rabb-nya.

Marhaban ya Ramadhan

Polarisasi halal

Ajakan  Taufiq Kiemas membentuk koalisi Golkar-PDIP bisa jadi positif jika diisyaratkan untuk membentuk sebuah pemerintahan yang kuat dengan kestabilan politik dan ekonomi dalam waktu yang lama. tanpa koalisi single majority di parlemen sulit dicapai dengan sistem miltipartai yang sekarang kita anut. Koalisi antar partai yang memiliki kesamaan asas seperti Golkar-PDIP yang masing masing pernah menjadi pemenang Pemilu 2004 dan 1999 boleh lah menjadi jalan ke arah sana.

Saat ini koalisi kedua partai memang masih sekedar wacana awal. Realisasi dan seperti apa bentuk nantinya jelas tergantung dari elit kedua partai. meski begitu, selalu ada yang menarik untuk dicermati karena tiap wacana tetap menarik sebagai sebuah proses pembelajaran. Wacana, tidak seperti gosip, akan terus bergulir menarik opini baru untuk mencari bentuk terbaiknya.

Salah satu yang menarik dalam wacana koalisi adalah adanya kekhawatiran akan adanya polarisasi jika koalisi nanti jadi terbentuk. Koalisi kebangsaan antara Golkar dengan PDI perjuangan akan membuat koalisi lain terbentuk seperti koalisi islam dari partai partai islam atau mungkin juga koalisi partai kurcaci gabungan dari partai kecil.

Polarisasi dalam negara demokratis adalah hal yang wajar meski memang Single Majority  dibutuhkan untuk sebuah pemerintahan yang kuat. kultur politik yang menolak polarisasi adalah kultur politik lama warisan Orla dan Orba. kultur politik yang menurut Syahrir adalah kultur yang meharuskan kekuasaan poltik sebagai sesuatu yang bulat dan utuh. Reformasi yang telah bergulir hingga saat ini seharusnya diikuti dengan perubahan kultur politik.

IPDN Siap Membangun Desa

 by : Arjuna Al Ichsan

Lulusan IPDN diharapkan mau mengisi jabatan Sekretaris Desa.
Sebagai lembaga pendidikan pencetak pamong praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) siap membangun desa dan kelurahan melalui pembenahan kualitas lulusannya. Bahkan, untuk menjamin mutu lulusan IPDN telah menerapkan strategi manajemen kualitas mutu pendidikan yang berbasis pada quality control yang ketat guna menghasilkan pamong praja yang tangguh dan unggul. Upaya ini diharapkan dapat mendukung upaya percepatan pembangunan hingga ke pelosok daerah di era otonomi daerah.”Untuk pertama kalinya lulusan IPDN kali ini mengikuti program magang sebagai sekretaris desa di desa-desa di Jawa Barat dan Jawa Tengah selama 45 hari,” kata Plt Rektor IPDN J Kaloh dalam pengukuhan 992 oang Pamong Praja Muda IPDN angkatan XVI di Kampus IPDN Jatinangor Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/6).

J Kaloh mengatakan para lulusan IPDN lazimnya telah menempuh tiga jalur pendidikan, yakni pengajaran, pendidikan, dan pelatihan. Melalui tiga jalur pendidikan itu diharapkan setiap lulusan IPDN memiliki kompetensi teknis dasar di bidang pemerintahan dan siap menjadi pelaku-pelaku pemerintahan baik di pusat maupun daerah.

Saat ini IPDN sedang melakukan proses seleksi calon pamong praja baru 2008. Dan, IPDN sedang mempersiapkan pola manajemen pendidikan yang lebih bermutu melalui strategi penyelenggaraan pendidikan yang lebih profesional dan modern berbasis pada nilai-nilai kepamongprajaan.

“Berbagai masukan konstruktif untuk perubahan pendidikan IPDN ke arah yang lebih baik sangat kami butuhkan,” kata J Kaloh.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto mengatakan penempatan lulusan IPDN pada jabatan-jabatan strategis di lapangan pemerintahan merupakan hal yang sangat hakiki sebagai bagian dari proses pembenahan IPDN. Oleh sebab itu Mendagri berharap kepada para gubernur, bupati, dan wali kota untuk dapat menempatkan para lulusan IPDN di jabatan-jabatan sekretaris desa atau kelurahan, atau jabatan yang setingkat. Melalui entitas terkecil bidang pemerintahan di daerah ini diharapkan para lulusan IPDN bisa secara langsung menyelami berbagai permasalahan pemerintahan dan pembangunan di daerah.

“Status dan peran saudara adalah sebagai pelayan masyarakat. Fungsi utama pelayan masyarakat adalah menjadi fasilitator dan dinamisator penyelenggaraan pemerintahan agar masyarakat merasakan secara nyata kedekatan pemerintah dengan masyarakatnya,” pesan Mardiyanto kepada para pamong praja muda yang baru dikukuhkan, kemarin.

Mardiyanto mengatakan penyiapan aparatur pemerintahan yang mampu memberikan pelayanan secara cepat, transparan, dan hasil layanan yang optimal merupakan bagian dari upaya pembaruan birokrasi pemerintahan. Strategi yang dapat ditempuh adalah dengan memperpendek birokrasi dan mendelegasikan pelayanan publik ke tingkat struktur yang lebih rendah, yakni kecamatan bahkan desa atau kelurahan. Dan, kebijakan umum anggaran daerah harus diorientasikan pada kepentingan masyarakat secara luas terutama di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penyelenggaraan pelayanan publik.

“Pada 2008 ini kita mulai buka regionalisasi IPDN di lima provinsi, yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Pekanbaru Riau, Manado Sulawesi Utara, dan Mataram, dan ke depan akan ditambah dengan provinsi-provinsi lainnya secara bertahap maksimal 10 provinsi,” katanya

Sumber : Jurnal Nasional

Sejarah singkat Institut Pemerintahan Dalam Negeri

 Berawal dari didirikannya Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di Malang Jawa Timur pada tanggal 1 Maret !956 berdasarkan SK Mendagri No.Pend. 1/20/565 tanggal 24 September 1956 dengan Direktur Pertama dr. Raspio Woerjadiningrat. Untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kader aparatur pemerintah di tiap daerah, maka sejak tahun 1965 satu demi satu didirikan APDN di berbagai provinsi dan pada tahun 1970 telah berdiri 20 APDN di seluruh Nusantara, lokasi-lokasi APDN tersebut adalah di Banda Aceh, Medan, Bukit Tinggi, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Tanjung Karang, Bandung, Semarang, Malang, Mataram, Kupang, Ujung Pandang, Manado, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Ambon, dan Jayapura. Lanjutkan membaca ‘Sejarah singkat Institut Pemerintahan Dalam Negeri’

Takutnya jadi Pimpro

Usaha pemberantasan korupsi yang semakin gencar tidak hanya ditargetkan mengembalikan uang negara tapi juga bisa jadi semacam shock therapy agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Gemuruh penegakan tindak pidana korupsi telah berhasil menyeret mulai dari kepala desa sampai anggota DPR. Upaya ini sedikit banyak berhasil membuat keder aparat pemerintah untuk melakukan korupsi kecuali tentu bagi mereka yang pengin mencoba seragam tahanan rancangan distro-nya KPK.

Kalo dulu rasanya ditempatkan di posisi “basah” dianggap sebagai berkah karena orientasinya hanya tentang banyaknya jumlah uang yang mengalir untuk diatur,memang sampai sekarang tetap saja lengket sebagai berkah tapi sekarang posisinya sangat mudah berbalik dalam sekejap dari berkah berganti menjadi musibah. Lanjutkan membaca ‘Takutnya jadi Pimpro’

Halaman Berikutnya »