by : Arjuna Al Ichsan
J Kaloh mengatakan para lulusan IPDN lazimnya telah menempuh tiga jalur pendidikan, yakni pengajaran, pendidikan, dan pelatihan. Melalui tiga jalur pendidikan itu diharapkan setiap lulusan IPDN memiliki kompetensi teknis dasar di bidang pemerintahan dan siap menjadi pelaku-pelaku pemerintahan baik di pusat maupun daerah.
Saat ini IPDN sedang melakukan proses seleksi calon pamong praja baru 2008. Dan, IPDN sedang mempersiapkan pola manajemen pendidikan yang lebih bermutu melalui strategi penyelenggaraan pendidikan yang lebih profesional dan modern berbasis pada nilai-nilai kepamongprajaan.
“Berbagai masukan konstruktif untuk perubahan pendidikan IPDN ke arah yang lebih baik sangat kami butuhkan,” kata J Kaloh.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto mengatakan penempatan lulusan IPDN pada jabatan-jabatan strategis di lapangan pemerintahan merupakan hal yang sangat hakiki sebagai bagian dari proses pembenahan IPDN. Oleh sebab itu Mendagri berharap kepada para gubernur, bupati, dan wali kota untuk dapat menempatkan para lulusan IPDN di jabatan-jabatan sekretaris desa atau kelurahan, atau jabatan yang setingkat. Melalui entitas terkecil bidang pemerintahan di daerah ini diharapkan para lulusan IPDN bisa secara langsung menyelami berbagai permasalahan pemerintahan dan pembangunan di daerah.
“Status dan peran saudara adalah sebagai pelayan masyarakat. Fungsi utama pelayan masyarakat adalah menjadi fasilitator dan dinamisator penyelenggaraan pemerintahan agar masyarakat merasakan secara nyata kedekatan pemerintah dengan masyarakatnya,” pesan Mardiyanto kepada para pamong praja muda yang baru dikukuhkan, kemarin.
Mardiyanto mengatakan penyiapan aparatur pemerintahan yang mampu memberikan pelayanan secara cepat, transparan, dan hasil layanan yang optimal merupakan bagian dari upaya pembaruan birokrasi pemerintahan. Strategi yang dapat ditempuh adalah dengan memperpendek birokrasi dan mendelegasikan pelayanan publik ke tingkat struktur yang lebih rendah, yakni kecamatan bahkan desa atau kelurahan. Dan, kebijakan umum anggaran daerah harus diorientasikan pada kepentingan masyarakat secara luas terutama di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penyelenggaraan pelayanan publik.
“Pada 2008 ini kita mulai buka regionalisasi IPDN di lima provinsi, yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Pekanbaru Riau, Manado Sulawesi Utara, dan Mataram, dan ke depan akan ditambah dengan provinsi-provinsi lainnya secara bertahap maksimal 10 provinsi,” katanya
Sumber : Jurnal Nasional














wah semoga IPDN bisa berbenah …
semoga para lulusan IPDN sanggup menjadi pionir birokrasi di desa2, mas. semoga kejadian kekerasan selama ini ndak akan memengaruhi para lulusan dalam mengabdikan dirinya kepad abangsa dan negara.
saya sebenarnya salut sama lulusan IPDN punya kemampuan lebih, semoga image yang sempat terbentuk oleh kelakuan oknum tereliminir oleh bakti yang dilakukan oleh lulusan IPDN
Semoga IPDN semakin berbenah menuju ke arah yang lebih baik lagi
yah moga aja ipdn bisa bener2 berbenah…
ini kesempatan emas bagi mereka untuk membersihkan image mereka, klo nantinya masih “bengal” lagi, ya emang sdh waktunya dibubarin aja…
AYo IPDN
berbaiki reputasimu di masyarakat
Ayo pasti bisa!
ya semoga aja ,,,, jangan seperti yang dulu dulu,,,,jadi ajang meliterlisme ,,,,,,,,,,,,coy udah pernah di gapelok telinga belom hahaha,,,kalau belom ,,,,, itu belom ajib dah…..
Salut dengan Mahasiswa IPDN, selaku masyarakat saya sering bertemu dengan lulusan STPND ataupun IPDN ternyata iamge kekerasan tidak tampak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka memiliki disiplin yang bagus dan ramah-ramah kepada masyarakat yang dilayana. SEmoga sukses dan tetap dicintai masyarakat.
Semoga mahasiswa IPDN menjadi orang-orang yang sholeh dan mau berubah menjadi lebih baik lagi.