Ajakan Taufiq Kiemas membentuk koalisi Golkar-PDIP bisa jadi positif jika diisyaratkan untuk membentuk sebuah pemerintahan yang kuat dengan kestabilan politik dan ekonomi dalam waktu yang lama. tanpa koalisi single majority di parlemen sulit dicapai dengan sistem miltipartai yang sekarang kita anut. Koalisi antar partai yang memiliki kesamaan asas seperti Golkar-PDIP yang masing masing pernah menjadi pemenang Pemilu 2004 dan 1999 boleh lah menjadi jalan ke arah sana.
Saat ini koalisi kedua partai memang masih sekedar wacana awal. Realisasi dan seperti apa bentuk nantinya jelas tergantung dari elit kedua partai. meski begitu, selalu ada yang menarik untuk dicermati karena tiap wacana tetap menarik sebagai sebuah proses pembelajaran. Wacana, tidak seperti gosip, akan terus bergulir menarik opini baru untuk mencari bentuk terbaiknya.
Salah satu yang menarik dalam wacana koalisi adalah adanya kekhawatiran akan adanya polarisasi jika koalisi nanti jadi terbentuk. Koalisi kebangsaan antara Golkar dengan PDI perjuangan akan membuat koalisi lain terbentuk seperti koalisi islam dari partai partai islam atau mungkin juga koalisi partai kurcaci gabungan dari partai kecil.
Polarisasi dalam negara demokratis adalah hal yang wajar meski memang Single Majority dibutuhkan untuk sebuah pemerintahan yang kuat. kultur politik yang menolak polarisasi adalah kultur politik lama warisan Orla dan Orba. kultur politik yang menurut Syahrir adalah kultur yang meharuskan kekuasaan poltik sebagai sesuatu yang bulat dan utuh. Reformasi yang telah bergulir hingga saat ini seharusnya diikuti dengan perubahan kultur politik.














gak bisa bayangin, megawati duduk bareng jusuf kalla…
apapunlah, kalo emang bisa membawa perbaikan
rakyat udah makin apatis dan alergi penguasa…
perekatnya apa ya, agar tidak retak setelah mereka berkoalisi.
perekatnya ya KEPENTINGAN
Ya itu sudah om Superglue abadinya
Kepentingan,
saya udah apolitis euy…
gpp kan?
kalo memang demokratis
intinya kan pilihan
bukan memilih,