kosakata dan pengaruh budaya Islam

Banyak kosakata dalam bahasa Indonesia yang sebenarnya berasal dari bahasa asing. adopsi kata dari bahasa asing seperti ini ternyata juga dapat menjelaskan bagaimana pengaruh budaya asal kata ke dalam budaya Indonesia. Kata Take off contohnya, jelas sekali betapa besar pengaruh budaya barat pada budaya kita saat ini terutama dalam bidang teknologi dan peralatan canggih.

Pengaruh dari kebudayaan lain pun sama, Islam misalnya, dapat pula dilihat dari banyaknya adopsi kata arab  dalam bahasa indonesia bahkan cara ini bisa juga dipakai untuk mengetahui bagaimana islam masuk ke Nusantara beserta “daya tarik”nya. Kawasan nusantara adalah salah satu dari sedikit daerah yang diislamkan tanpa didahului penaklukan militer. Metode masuknya Islam di nusantara ialah perembesan damai atau Penetration Pacifique.

Kosakata dalam bahasa indonesia yang sejatinya berasal dari bahasa Arab seperti adat, berkat, dawat, hajat, jemaat, kalimat, masyarakat, niat, rahmat, sifat, tobat, warkat, zakat, waqaf, jerapah, gairah, makalah, mahkamah, muamalah, usrah, zarrah, ibadah, hikmah, musyawarah dan lainnya.

Dari berbagai kata pinjaman dari bahasa arab, baik langsung atau lewat bahasa ketiga, dapat diketahui bahwa unsur-unsur Islam terpenting dalam budaya Indonesia ialah di bidang konsep-konsep sosial dan politik. kenyataan ini juga sekaligus menegaskan bagaimana daya tarik Islam hingga mampu dengan mudah menggeser Hindu-budha sebagai agama utama di kawasan nusantara kala itu.

Daya tarik Islam di Nusantara pada masa lampau adalah melalui konsep sosial, politik, dan kemasyarakatannya. Pada masa sebelum datangnya Islam, feodalisme masih sangatlah kuat dalam sistem kemasyarakatan karena masih kuatnya nuansa feodal Hindu. Saat itu, raja dalam suatu negeri memiliki kekuasaan yang mutlak. Raja bisa mengambil apa saja milik rakyatnya dari sekedar hasil kebun sampai istri.

Islam denagn konsep Egalitarianismenya yang dinamis dan revolusioner saat itu *bahkan masih sangat sesuai dengan semangat zaman modern saat ini* menjadi sangat menarik bagi masyarakat nusantara. Islam mengajarkan bahwa semua orang di mata Allah adalah sama dan hubungan antara manusia dan tuhan bersifat langsung dan pribadi. Tidak ada upacara misterius ataupun sakramen hingga tidak ada struktur kelas pendeta.

Dalam Encyclopaedia Britannica dijelaskan,

Faktor yang paling fundamental dan dinamis dari etika sosial yang diberikan oleh Islam ialah Egalitarianisme. Semua anggota keimanan itu, tidak peduli warna kulit, ras, dan status sosial atau ekonominya, adalah partisipan yang sama dala komunitas.

Pengaruh Islam terhadap kebudayaan barat

Seperti juga terhadap budaya Indonesia, terhadap budaya barat itu juga bisa dilihat, antara lain, dari beberapa kat pinjaman arab, seperti dalam bahasa inggris:

Admiral, alchemy, alcohol, alcove, alfalfa, algebra, algorithm, alkali, azimuth, azure, calibre, carafe, carat, carawy, cipher, coffee, cotton, elixir, jar, lute, macrame, magazine, mohair, monsoon, muslin, nadir, saffron, sherbet, sofa, tariff, zenith, dan zero.

dari pinjaman kata ini dapat dilacak jejak pengaruh Islam terhadap budaya barat lebih di bidang pengetahuan, teknologi, dan kenyamanan dalam hidup bereradaban.

hal ini menjelaskan hubungan organis antara Renaissance di eropa dan peradaban Islam. kebangkitan Eropa pada abad XV-XVI memang dimulai dengan gerakan penerjemahan, pengkajian, dan pengembangan karya-karya ilmiah dari luar yaitu dunia Islam yang terlebih dahulu mencapai masa kejayaan.

Peradaban Islamlah yang pertama kali menginternasionalisasikan ilmu pengetahuan dengan sikap kaum muslimin yang terbuka dan inklusivistis. Sebelumnya, ilmu berwatak amat nasionalistis, karena saat itu dikenal ilmu yunani, ilmu mesir, ilmu persia, ilmu Cina dan seterusnya.

7 Responses to “kosakata dan pengaruh budaya Islam”


  1. 1 edy September 12, 2008 pukul 9:53 am

    tapi skarang udah bergeser :D yg berani pasang label Islam di benderanya boleh melibas orang non-atau-kurang-Islam lainnya

  2. 2 petak September 12, 2008 pukul 10:01 am

    bukan Islam yan melibas kan om
    tapi orangnya, yang itu tuh :)
    sekarang enak aja bawa2 nama Agama buat sesuatu yg ga Agamis

  3. 3 kishandono September 13, 2008 pukul 7:14 am

    bahasa indonesia emang dari mana-mana, makanya sangat beragam. salut lah buat bahasa indonesia

  4. 4 petak September 18, 2008 pukul 11:19 am

    Bahasa Indonesia punya kosakata kaya ya om
    bahasa daerah kita banyak
    untunglah sumpah pemuda 1928
    nyepakatin bahasa indonesia jadi bahasa nasional
    coba kalo bahasa isyarat :lol:

  5. 5 tapi ane April 3, 2009 pukul 5:04 pm

    ane malu jadi bangsa indonesia, soal na gak da bahasa seperti yg lo-lo pada bangga-banggain ito.. INDONESIA GAK PUNYA BAHASA, cuma bisanya maen ciplak aja ma bahasa melayu..
    sesungguhnya kita semua beda2 om..
    hanya disamakan oleh mereka yg lebah karena takut ditindas, setelah kita ikut mereka, darah kita di hisap… bajingan Orang indesia!!!
    tapi jgan marah dulu, aku gak ngomongin lo..
    aku cuma ngomongin mereka.. :D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: