Setelah cukup berhasil mendorong dan memunculkan kompetisi inovasi yang sehat antar daerah untuk maju di era Otonomi Daerah melalui program anugerah Otonomi Awardnya, jawa Pos group kembali berinovasi.
Kali ini Jawa Pos Group melalui Institute of Bureaucracy Reform (IBR) yang dikelola Indo pos menggelar sebuah forum penghargaan yang diberikan kepada para birokrat eselon I yaitu Dirjen di departemen maupun kementerian strategis yang diberi nama Birokrasi award.
Sebuah peran baru diambil media Indonesia untuk mewujudkan birokrasi yang sehat. Upaya pers dalam mendorong perbaikan dalam kinerja birokrasi di tanah air tidak lagi hanya lewat kritikan di media massa tapi juga melalui sebuah bentuk apresiasi bagi birokrat yang meiliki kinerja baik.
Birokrasi Award jadi salah satu kontribusi pers demi Birokrasi yang sehat dan bermartabat. Anugerah ini pertama kalinya digelar Kamis malam kemarin (11/9). Ada delapan kategori penilaian yang dilakukan yaitu Statemanship, integrity, visionary, leadership, followership, kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kategori kompetensi sosial yang sekaligus menjadi kategori penerima award.
Pemenang untuk kategori kenegarawanan atau statesmanship diberikan kepada Masnellyarti Hilman, deputi Konservasi Smber Daya Alam, Kementerian Lingkungan Hidup yang memiliki record baik saat membawahi tim teknis penanganan kasus Buyat.
Kategori visionary atau berpikir ke depan diberikan kepada Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika. Kategori integrity diberikan kepada Herry Soetanto, Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional, Departemen Perdagangan. Kategori leadership diraih Herry Purnomo, Dirjen Perbendaharaan, Departemen Keuangan.
Selanjutnya, kategori followership diraih I Nyoman Kandun, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan.
Kategori lain untuk birokrat dengan ciri kompetensi diraih Anwar Supriyadi, Dirjen Bea dan Cukai, Departemen Keuangan, untuk kategori kompetensi teknis. Kemudian, Agoes Widjanarko, Sekjen Departemen Pekerjaan Umum, untuk kategori kompetensi manajerial. Yang terakhir kategori kompetensi sosial diraih Benny Wachyudi, Dirjen Industri Agro dan Kimia, Departemen Perindustrian.
Para juri adalah tim bentukan IBR yang selama setahun melakukan monitoring dan penilaian terhadap kinerja para Dirjen di departemen maupun kementerian strategis.
Semoga saja ajang seperti ini mampu memberi kontribusi pada tercapainya Birokrasi indonesia yang sehat karena bagaimanapun juga birokrasi yang sehat juga cerminan negara yang kuat
Setuju?














Wah first’s coment nich,. Mang dengan aturan pa gi nih cara meningkatkannya???
You commented on my Survivor post. Can you translate that in English, please?
semoga birokrasi di Indonesia semakin baik
iya….semoga birokrasi kita gak berbelit2 lagi….dan bersih dari korupsi
Pemberian penghargaan seperti itu tidak banyak membuat birokrasi Indonesia semakin baik. Selama hukum dan undang-undang untuk manusia dibuat oleh manusia sesama mrk,baik sebagai anggota Legistatif atau lainya, sesuai dgn akalnya yg serba terbatas, tidak akan pernah terwujud pemerintahan yg adil dan baik. Hanya hukum Allah yg murni, yg tdk tercampur hawa nafsu manusia, yg akan membuat birokrasi kita sehat, bersih, bebas korupsi.Sebab, hukum tersebut berasal dari Pencipta manusia yang serba tahu selak beluk manusia, apa yg baik dan apa yg buruk baginya.
Relakan kita sebagai manusia tunduk kepada manusia sesama kita? Kita bukan abdi manusia, kita adalah abdi Allah, kita hanya mau tunduk kepada hukum Tuan kita (Allah), bukan abdi yang sama dng kita!
Semoga doanya terkabul amin.
SETUJU….