Komunitas Blogger tercoreng dengan kasus Lapo Tuak yang membuat posting tendensius tentang penghinaan terhadap nabi Muhammad SAW. Kabar bagus blognya sudah di Suspend tanpa perlu mengorbankan blog lain di WordPress. PestaBlogger 2008 dapat kado buruk dari Lapo Tuak. UU ITE pasal 28 sepertinya sudah dapat korban Bloggernya yang pertama.
Tapi setidaknya Lapo tuak bisa menjadi pelajaran.
Membuat Blog memang gampang, tinggal klik Sign Up saja kita sudah punya akun Blog.Tanpa paham Journalist Ethic pun semua bisa menjadi Blogger. Blog bisa jadi sangat subjektif karena empunya bisa bebas memajang posting apa saja sesuai selera hatinya.
Ga salah jika menkominfo pernah menyatakan kalo Blogger bukan pihak yang berhak menyebarkan informasi.
Sebagai Citizen Journalist sudah saatnya Blogger merumuskan Cyber Ethicnya sendiri yang dapat dipakai sebagai panduan sekaligus rambu dalam aktivitas Blogging.
Blog adalah media kebebasan berekspresi. Setiap Blogger punya passion to share tapi bukan berarti seenaknya saja share ekspresi negatif. Betul ga?














yap …. betul !
Sudah saatnya para blogger mempunyai kode etic bagaimana menjadi seorang blogger
saatnya blogger mengedepankan nurani…
Betul sih, cuma kadang negatif menjadi relatif.
setuju ma dana
yapz.. betul… blogger bebas tapi bukan kebablasan… harus punya kode etik, setidaknya tulisan yang di post harus dapat dipertanggung jawabkan…
Begitulah kira-kira, jika yang dikedepankan hak asasi manusia, saat kebebasan berbicara dan berekspresi sudah tak ada limitasinya, sehingga membentuk friksi yang sungguh dalam dan berpotensi kearah destruktif total, apa tanggung jawab hak asasi manusai? tidak ada. Jika kemudian kasus seperti lapo tuak ini mencuat, menghina sana menghina sini, menghujat sana menghujat sini, mengutuk sana mengutuk sini, hanya untuk kepentingan sesaat, mana keberpihakan hak asasi manusia? Tidak ada. Kemudian yang setuju dengan lapo tuak, entah itu dari muslim apalagi non muslim, sama-sama berlindung mengatasnamakan hak asasi manusia, adalah hak asasi manusia bebas mengeluarkan pendapat dan bebas berekspresi. Jadi jelas hak asasi manusia itu diciptakan dengan prinsip diskriminatif dan sybjektif? Siapa yang menjadi objek? Selama ini baik itu di dunia nyata apalagi di duni maya ini ya Islam.
Yups,,, betul,,,
It’s time for evolution, ayo kita buat blog yang berkualitas
Setuju ma “saatnya Blogger merumuskan Cyber Ethicnya sendiri yang dapat dipakai sebagai panduan sekaligus rambu dalam aktivitas Blogging”
Membela nabi besar kita adalah wajib namun tidak akan terpancing dengan hal2 yang dapat menyamakan kita dgn mereka yang kurang kerjaan itu
bebas itu juga harus dibarengi dengan tanggung jawab. bukan begitu?
Kebetulan saya sempat baca sebelum di banned oleh wordpress.
Saya hanya bisa mengelus dada membaca artikel, komentator dan moderasinya.
Setuju sekali..pelajaran paling berharga buat para blogger untuk lebih mengedepankan etika dan nurani.
@JelajahiDuniaEly
Tinggal waktu?
@Manztea
Setuju om
@Donapiscesika
Juga hati..
ditambah rakyat
Jadinya
@Danalingga
tentu dengan kode etik perlu definisi yang jelas
bisa tambah runyam kalo warnanya abu-abu
@Ade
Emboh lah om
apa ga akan jadi seperti RUU APP kalo masi berat di masalah definisi
tapi sepertinya sekarang masi terlalu jauh
@angga
Jadi penasaran sama nasibnya Si Lapo Tuak sejarang..
@Jundul
Bingung juga kalo bergeser tendensius
Faktanya HAM saya pikir memang terkonstruksi sepihak
seperti sebuah senjata di medan pertempuran Opini
saya bukan ahli senjata juga bukan ahli perang
tapi seperti jawaban Deadlock
Kita (sebagai umat) memang harus mampu selalu melakukan yang terbaik
Amieen…
@aNGga labyrinth
Saya ikutan..
@Rita
Mereka bukannya ga punya kerjaan
tapi memang itu kerjaan mereka
@isnuansa
Saya ikut om
@blog Yopan Prihadi
Semoga betul-betul bisa jadi Pelajaran,
Betul banget, kebebasan individu yang satu dibatasi atau bersinggungan dengan kebebasan individu yang lain. Jadi setiap kebebasan itu pasti terbatas. Dibatasi oleh norma, tanggung jawab dan etika bermasyarakat. Semoga semua blogger lebih bertanggung jawab dalam menumpahkan segala kreatifitasnya ataupun pemikiran dan perasaannya. thanks
Setuju dengan Bang Yulism, kebebasan tidak bleh tidak ada batasannya, ntar kita g ada bedanya ama yang di hutan belantara
betul buk …. karena kebebasan juga memerlukan pertanggung jawaban ….
kalo norma bloger terbangun dari nuraninya, BLOG bisa menjadi dunia yang ELEGAN…yang ELITIK …dimana orang bisa mendapat lingkungan buat belajar dengan cara lain…
Biarkan terbentuk norma yang unik…
Tak perlu merujuk pada kode jurnalistik yang sudah ada, nanti tak ada pilihan lain..dunia jadi sama dimana-mana.
Makanya jangan nambah runyam ya…
Negara kita dah banyak yang runyam-runyam..
HAmpir tiap hari beritanya seperti itu.
Heeh.. kode etik per-bloggeran.. Btw, sampe sejauh ini saia baru cuman bisa menduga motif-nya si pembuat blog tersebut.. Mungkin iseng, mungkin sengaja provokasi, mungkin ada unsur ‘persaingan usaha’ karena jika si Matt cs kurang peka sehingga meski melanggar ToS-nya, tapi blog tersebut ’sengaja dibiarkan’ tetep eksis, ya tau sendiri lah yang kemungkinan besar bakal terjadi pada server2 wordpress, mungkin juga hal2 lain yang gak dapat saia sebutkan satu persatu.. Semoga ajah blog-blog sampah yg sejenis seperti itu gak muncul lagi..
udah lama gak ngunjungi blog ini… Akhirnya ketemu setelah liat blog mas balada pns…
yah, ada himah juga pasca postingan yang menghina nabi muhammad saw…
setidaknya, patut diketahui menulis di blog bukan berarti bebas berekspresi..tetap ada aturannya…
@ yulism
jadi ingat pelajaran PPKN pas sekolah dulu
“hak kita itu dibatasi hak orang lain”
gitu kata bu guru
@ bocahkureng
Blogosphere khan sudah kayak hutan belantara
@ Mudabentara
Ya iyalah
APBD aja mesti ada pertanggung jawabannya
Lho kok bisa sampe APBD?
@ limpo50
coba kalo semua orang namanya Pierre
@ Tuyi
Ruwet si om,
@ Ariefdj
motif baru,
persaingan usaha
@ renimaldini
Ketemu lagi uni
emg dah ada korbannya maz?
Ada banyak..
korban apa si?