Bukan lautan hanya kolam susu,,,

Negara kita adalah negara kaya, kita semua sudah yakin. Negara kita adalah negara makmur, pasti kita semua belumlah yakin.Tanya kenapa?

Tanah Indonesia adalah tanah yang subur, gemah ripah loh jinawi, bahkan nenek moyang kita sejak lama sudah menyanjung tanah air kita yang katanya kaya raya tapi sekarang tetap saja kita masih harus mengimpor hasil bumi negara lain.

Indonesia kaya akan barang tambang. Di bawah bumi Indonesia banyak kekayaan alam yang bisa ditambang, minyak, emas, batu bara, bijih besi, lumpur. Komoditi tambang sudah sejak lama menjadi primadona ekspor kita. Masih ingat bagaimana kondisi ekonomi kita sangat terbantu dengan booming minyak pada tahun 70-an.

Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah dibanding dengan negara-negara yang minim SDA seperti Singapura, Taiwan, Korea dan Jepang ternyata sangatlah jauh berbeda kondisi ekonominya.

Satu alasannya mungkin kita terjangkit gejala dutch disease yang intinya mengatakan “Negara yang kaya akan sumber daya alamnya justeru cenderung miskin karena warisan itu”. Istilah dutch disease berawal dari apa yang pernah dialami negeri Belanda. Pada tahun 1959 Belanda menemukan cadangan gas yang besar di laut utara dan menghasilkan keuntungan yang besar bagi Belanda, US$ 2 miliar pertahun . Namun apa yang dialami Belanda selanjutnya sungguh kontradiktif, ekonominya memburuk sampai akhir tahun 1979, Investasi sektor korporasi turun sebesar 15% dan pengangguran naik 4% dalam 10 tahun terakhir serta pendapatan Nasional turun lebih dari 13% pada akhir 1975. 

Dalam  pola seperti ini Sumber Daya Alam yang melimpah justeru menjadi penghambat kemajuan Ekonomi negara. Tidak selamanya, atau kah memang tidak, Sumber Daya Alam yang melimpah menjadi prasyarat mutlak suatu Negara untuk berkembang. Sumber Daya yang melimpah tidak akan berarti tanpa ada modal investasi yang masuk tapi dengan adanya modal pun tanpa perubahan pola pikir terkait pemanfaatannya tetap saja nonsense tidak akan ada banyak perubahan. Pemanfaatan Sumber Daya Alam tidak sesederhana kita mengekspor biji besi ke jepang.

Kemandirian Pola pikir, Pola pikir Khas Indonesia, pola pikir khas kekayaan Indonesia perlu dirumuskan dan diterapkan. Dengan pola pikir lama kita sudah kehilangan blok Cepu, blok Timika dan mungkin selanjutnya banyak blok lain. Jika nantinya negara kita sukses menyinergikan Sumber dayanya dengan kemandirian pola pikir bangsa Idonesia, kita bisa buat istilah baru “Syndrome Indonesia“.   

2 Responses to “Bukan lautan hanya kolam susu,,,”


  1. 1 Adi Sucipto Maret 19, 2008 pukul 6:08 am

    Kuliahnya di perikanan ya?

  2. 2 petak Maret 20, 2008 pukul 4:54 am

    ya deket-deket lah,, pemerintahan.
    FISIP gitu,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: