Berebut momen di Menko Perekonomian

Menko perekonomian yang juga guru besar Universitas Gajah Mada, Boediono, secara resmi ditunjuk Presiden sebagai kandidat tunggal gubernur BI periode 2008-2013 . Jabatab menko perekonomian akan lowong jika Boediono nantinya resmi dilantik menjadi Gubernur BI dan memunculkan wacana tentang figur yang tepat menduduki kursi Menko Perekonomian.

Ketua asosiasi pengusaha Indonesia, Sofyan Wanandi, mengusulakan agar peran Menko perekonomian ditangani oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Rangkap jabatan dinilai akan membuat kabinet lebih efektif dan dapat menjaga stabilitas ekonomi serta kabinet hingga akhir pemerintahan tahun depan. Rangkap jabatan dalam pemerintahan bukanlah hal yang baru, Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi misalnya juga menjabat menteri pertahanan.

Namun, posisi Kalla yang juga pengusaha kurang tepat jika nantinya uga merangkap Menko perekonomian, bias kepentingan bisa saja terjadi. Situasi dilematis dan rawan akan bias kepentingan pernah dialami Menko Kesra Aburizal Bakrie saat dihadapi dengan penanganan masalah lumpur Lapindo.

Ekonom Faisal Basri menyarankan agar jabatan menko perekonomian dikosongkan karena jabatan ini dinilai hanya kursi kabinet yang tidak diperlukan dan fungsi koordinasi perekonomian bisa saja diambil alih oleh Presiden. Kalaupun Presiden nantinya tidak memilih untuk mengosongkan jabatan itu, Faisal merekomendasikan nama diluar kabinet saat ini yaitu Prof Sjahrir yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Syahrir dinilai adalah sosok ekonom yang disegani, tegas, dan berani, Syahrir juga bukanlah orang parpol. tapi semuanya adalah hak prerogatif Presiden.

Rangkap jabatan Wakil Presiden dan Menko Perekonomian merupakan momen baik bagi Jusuf Kalla menjelang Pemilu 2009. Jika dikaitkan dengan popularitas, yang menurut survei merupakan salah satu titik lemah Kalla untu maju Pilpres 2009, momen ini bisa jadi sangat membantu. Dinamika kabinet menjelang Pemilu merupakan hal yang penting. Diakui atau tidak, didepaknya SBY dari kabinet Megawati adalah poin penting dalam manuver SBY dalam pemilu 2004, popularitasnya meningkat sebagai korban politik pemerintahan sebelumnya yang kurang berhasil. Jusuf Kalla bisa melakukan hal yang sama walaupun tidak serupa.

2 Responses to “Berebut momen di Menko Perekonomian”


  1. 2 wanoja April 7, 2008 pukul 11:58 am

    bingung mo komen apa ya?
    akoe lemah soal politik😛


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: