Krakatau Steel; Gajah putih yang rawan punah

Anggaran pendapatan tahunan pemerintah dalam APBN melalui perusahaan-perusahaan negara (BUMN) yang memiliki total kapitalisasi lebih dari Rp 1000 triliun ternyata tidak sebatas menarik deviden, divestasi saham pemerintah juga merupakan salah satu sumber pundi-pundi tahunan negara. Untuk tahun ini, diantara belasan BUMN yang akan di-privatisasi Krakatau Steel adalah salah satunya.

Krakatau Steel adalah produsen baja terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi 4-5 juta ton per tahun dan merupakan pemain utama di industri baja Nasionaldengan menguasai40% pangsa pasar dalam negeri. Perusahaan yang berlokasi di Cilegon, Banten, ini adalah satu-satunya perusahaan negara yang bergerak di industri hulu baja. Rencana privatisasi perseroan negara ini sangatlah menarik minat banyak investor luar negeri karena disamping infrastruktur yang memadai dan potensi pasar domestik yang besar, letaknya juga strategis dekat dengan pusat bahan baku bijih besi di Australia.

Proses Privatisasi Krakatau Steel yang masih berada pada tahap awal ini bukannya tanpa masalah. Investor yang semakin mengerucut kepada produsen baja terbesar dunia AncelorMittal, milik orang terkaya ke-4 di dunia versi forbes Lakhsmi Mittal, dihadapkan pada dua pilihan opsi skema privatisasi antara initial public offering (IPO) dengan skema strategic sales.

Pemerintah melalui Menteri perindustrian Fahmi Idris memastikan pemerintah memilih opsi strategic sales dalam privatisasi PT Krakatau Steel (persero). Pemerintah menilai enjualan saham perdana atau IPO hanya akan berhasil menambah dana tapi tidak berdampak besar dalam menggenjot produksi perusahaan.

Keputusan pemerintah memilih opsi menjual kepemilikan saham kepada mitra strategis juga tidak lepas dari dugaan adanya politik tigkat tinggi dibelakangnya (Tempo 14/4/08). Beberapa anggota DPR memang mendesak pemerintah menjual perseroan negara ini melalui skema penjualan strategis. “Tapi orangnya itu-itu saja,” ujar Komisaris utama Krakatau Steel Taufiequrachman Ruki.

Penjualan saham melalui stategic sales dikhawatirkan akan menggerus aset pemerintah yang sangat strategis ini. Meski pemerintah semula hanya menawarkan 30% saham, pada tahap awal Mittal akan menguasai teknologi dan bahan baku. Setelah itu, Ia akan mengontrol Manajemen hingga akhirnya kepemilikan. Jangan sampai lepasnya Indosat ke Temasek Holdings yang kini terbukti menjadi bumerang kembali terulang.

Styrategic sales 30% saham sebenarnya tidak perlu dilakukan jika mengingat kondisi keuangan Krakatau yang masih kuat dan telah memiliki program revitalisasiuntuk meningkatkan produksi. Krakatau hanya membutuhkan pengembangan teknologi dan ketersediaan bahan baku untuk menjadi perusahaan besar.

Krakatau Steel yang dibangun dengan biaya US$ 2,5 miliar pada masa orde baru sejak semula dianggap sebagai perusahaan “gajah putih” pemerintah. Namun, meski telah berusia lebih dari 30 tahun, produksi bajanya masih belum mampu memenuhi keseluruhan kebutuhan dalam negeri alias dari dulu cuma segitu-gitu aja. Bandingkan dengan Korea Selatan misalnya yang terjun dalam bisnis pembuatan baja dengan bersamaan, yaitu pada awal 1970an. Di tahun 1990an perusahaan baja korsel sudah dapat memenuhi kebutuhan dalam negerinya sekaligus memiliki fondasi perusahaan yang kuat bahkan banyak para konsultan korea yang dipekerjakan perusahaan- perusahaan baja amerika untuk membantu meningkatkan produksi baja disana. Sementara itu, Krakatau Steel bukan saja gagal menjadi pengekspor baja besar, tapi industri baja di Indonesia juga tetap lemah dan harus di proteksi.

Sejarah Krakatau Steel ini seharusnya memberi pemahaman bagi kita bagaimana loyonya kita mengelola perusahaan strategis negara. Jikapun rivatisasi melalui skema strategic sales yang nampaknya akan jatuh pada AncelorMittal ini jadi dilaksanakan, kita harap ini bukan merupakan langkah salah yang sama dan sarat kepentingan seperti pada masa-masa lalu

2 Responses to “Krakatau Steel; Gajah putih yang rawan punah”


  1. 1 infoGue April 21, 2008 pukul 10:38 am

    Artikel di blog ini sangat menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com
    http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/krakatau_steel_gajah_putih_yang_rawan_punah/

  2. 2 petak Mei 29, 2008 pukul 3:03 pm

    Sekedar tambahan, Krakatau Steel juga adalah objek vital pertahanan. Krakatau memproduksi baja khusus yakni Hardox 500 dengan komposisi kimia dan kekerasan tertentu untuk produksi pertahanan dan keamanan.Baja khusus ini dipesan oleh PT Pindad dan PT PAL untuk pembuatan komponen persenjataan strategis dalam negeri seperti panser dan kapal perang. karena menjadi pemasok bahan pertahanan itulah Krakatau menjadi objek vital ke-10 yang harus dipertahankan pemerintah.
    Namun diantara opsi terburuk, skema IPO masih lebih baik jika dibanding dengan strategic sales. Konflik internal manajemen karena perbedaan interest negara dan global dapat dihindari. Skema ini juga memberi peluang komponen dalam negeri untuk ikut membangun perusahaan melalui saham, kedepannya krakatau juga bisa menerbitkan rigt issue jika suatu saat membutuhkan dana.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: