Electronic government procurement (e-GP)

Partisipasi masyarakat memiliki andil penting dalam proses pembangunan. Namun, partisipasi ini tidak dapat serta merta dapat diperoleh tanpa kepercayaan (trust) masyarakat terhadap pemerintah.
Kepercayaan masyarakat salah satunya dapat tumbuh dengan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan uang Negara yang diperoleh dari masyarakat melalui pajak dan retribusi. Pengelolaan uang masyarakat yang bertanggung jawab adalah amanat bagi setiap pemerintahan. Tidak akan sulit memperoleh kepercayaan masyarakat bagi pemerintahan yang amanah.
Electronic government procurement (e-GP) bertujuan untuk meningkatkan transparansi proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan serta menciptakan kompetisi yang berkualitas. Penerapan system pengadaan secara elektronik ini akan dapat menghemat uang Negara karena dalam prakteknya, 20%-25% biaya dapat dihemat dibandingkan dengan mekanisme konvensional. Selain itu, Sistem ini juga memberi kesempatan bagi para pemasok baru terutama pengusaha kecil.
Monopoli ataupun KKn dalam tender proyek pemerintah dapat dihindari melalui penerapan system ini. Kemudahan akses Informasi terhadap proyek yang dijalankan pemerintah juga memberikan keuntungan kepada kelompok usaha kecil dan menengah untuk ikut pula berperan dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa yang transparan. Sistem ini tentu dapat sangat akomodatif bagi usaha kecil.
Dalam PP no. 8 tahun 2006 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa memang secara eksplisit mengharuskan setiap pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah diumumkan melalui situs nasional. Meski pada kenyataannya, pengadaan barang dan jasa pemerintah dalam jumlah tertentu diumumkan melalui surat kabar.
Pemerintah mentargetkan sistem electronic government procurement akan diterapkan diseluruh provinsi pada tahun 2010.
Pada tahun 2003, pemerintah kota Surabaya menjadi yang pertama menjalankan e-procurement, program yang telah mendapat sertifikasi ISO 27001:2005 information security management system (ISMS). Dengan program ini pula lah laporan keuangan kota Surabaya pada tahun 2007 mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dan menjadi kota dengan laporan keuangan terbaik di Indonesia.

22 Responses to “Electronic government procurement (e-GP)”


  1. 1 mybenjeng Mei 17, 2008 pukul 2:21 pm

    semoga e-GP tidak melenceng menjadi “Emang Gue Pikirin”😀

  2. 3 realylife Mei 17, 2008 pukul 4:44 pm

    semoga daerah lain bisa mengikuti ya

  3. 4 petak Mei 17, 2008 pukul 4:49 pm

    Semoga target pemerintah pada 2010 tercapai..
    amien…

  4. 5 Abeeayang™ Mei 17, 2008 pukul 7:50 pm

    semogah tiap daerah bisak melaksanakeun semuah…. 😛

  5. 6 ILYAS AFSOH Mei 18, 2008 pukul 1:24 am

    saya dukung e-GP
    menuju good goverment

    bangkitlah Indonesiaku

    ILYAS AFSOH (seorang rakyat indonesia)

  6. 7 edratna Mei 18, 2008 pukul 7:00 am

    Semoga berhasil sesuai tujuannya…..betapapun bagusnya sistem, yang penting adalah manusia yang melakukan pekerjaan dan mengikuti aturan dalam sistem tsb.

  7. 8 Yari NK Mei 18, 2008 pukul 9:01 am

    Iya betul kata bu edratna….. manusianya harus juga baik dan bukan sistemnya saja yang baik. Karena jikalau manusianya korup maka dengan mudahnya sistem yang ada juga dapat dikorup dengan mudah. Walaupun tentu saja e-GP ini merupakan hal yang baik tentu saja, tapi kita jangan cepat silau dengan kemodernan suatu sistem. Sistem boleh modern, tapi orang2nya mentalnya harus “modern” juga, kalau nggak, ya sama aja bolong!!:mrgreen:

  8. 9 nenyok Mei 18, 2008 pukul 11:31 am

    Salam
    setuju kalau sistem ini bisa terlaksana, dan tentunya harus didukung oleh pelaku2 di pemerintahan yang amanah🙂 Amin

  9. 10 petak Mei 18, 2008 pukul 1:21 pm

    @ Abeeayang : Setidaknya Surabaya sudah membuktikan e-procurement dapat mengefisienkan anggaran. Daerah semestinya meniru kesuksesan daerah lainnya dalam memanage pemerintahannya.

    @ Ilyas Afsoh : Semoga dengan pengelolaan uang rakyat yang baik melalui sistem ini kita tidak lagi dibuat skeptis pada pemerintah.

    @ Edratna : Setuju banget mbak!

    @ Yari Nk : Betul om, SDM kita harus mumpuni menyongsong dunia yang semakin datar.

    @ Nenyok : Kalo prosedur dan pelaku pemerintahan sudah amanah pasti pemerintahan kita akan 100% amanah. Btw bagaimana sama pemerintahan sekarang sudah amanah kah tidak nih? bagaimana menurut teman-teman?

  10. 11 Yoyo Mei 18, 2008 pukul 3:19 pm

    sebuah procurement system yang bagus, kembali lagi ke actual operasional, mudah-mudahan aja bener proses manualnya, tidak terjadi kolusi, yang sudah-sudah, kalau ada tender, para pejabat di lingkungan pemerintahan yang mengurus masalah tender ini bak raja yang perlu dientertaint, mulai dari mobil baru, karaoke bareng, sampai sediain cewek…….hmmm sebegitu parahkah ? kalau ada kesempatan, coba aja ikutin aktivitasnya !

  11. 12 zoel chaniago Mei 18, 2008 pukul 6:46 pm

    hihihi jadi ingat lagu duo maya

  12. 13 indra1082 Mei 19, 2008 pukul 1:38 pm

    Ikut2an dukung dan Semoga………………

  13. 14 petak Mei 19, 2008 pukul 2:05 pm

    @ yoyo : Sistem yang baik tanpa disertai SDM berkualitas dan bermoral hasilnya pasti juga negatif,,

    @ Zoel chaniago : pasti om fansnya duo maya ya..
    ayo ngaku..?

    @ indra 1082 : Saya juga dukung om..

  14. 15 dhamastya Mei 19, 2008 pukul 2:35 pm

    memang sistem tsbut bs membantu,tp qta smw tau kan para birokrat thu kalo yg namany duit, agak seret utk terbuka.
    saya berpikir positif utk langkah Surabaya utk jd pioner dlm sistem tsbt. Tp klo saya mw berpikir negatif, jgn2 Surabaya jd ‘kelinci percobaan’ hanya utk mncari ‘bugs’ dlm sistem EGP,sapa tau ada celah gitu utk mengelabui mata masyarkt,he4…
    tp saya percaya kok sama niat baek pemerentah…
    salut!

  15. 16 petak Mei 19, 2008 pukul 3:04 pm

    Saya kira selama sistemnya masih berjalan baik kita mesti dukung pemerintah, jangan dulu apriori.

  16. 17 ridu Mei 20, 2008 pukul 8:04 am

    wah.. keren juga yah surabaya.. kalah donk jakarta..😦

  17. 18 siapaindra Mei 20, 2008 pukul 6:21 pm

    Selain sistem yang bagus… kita juga harapkan orang-orang yang menjalankan e-GP ini memiliki moral yang baik pula…

    karena selama ini beberapa permasalahan dalam pelaksanaan pemerintahan di Indonesia selalu bertumpu pada sistem dan orang…

    apakah yang lemah itu sistem atau orangnya? kadang-kadang kita selalu berputar pada hal ini sahaja. Semoga e-GP semakin sukses diterapkan di pemerintahan Indonesia.

    Salam kenal ya… hehehe🙂

  18. 19 petak Mei 21, 2008 pukul 10:37 am

    @ ridu : Surabaya cuma mengawali dengan manis..

    @ Siapaindra : Betul bang, sistem bukan apa-apa kalo moral SDMnya kotor.. Salam kenal juga bang, yayak.

  19. 20 bloGEsam Mei 21, 2008 pukul 6:18 pm

    Topik apikk…. bisa disebutin fitur2nya gak ??? lagi cari referensi nihh…

  20. 21 petak Mei 22, 2008 pukul 2:23 pm

    Sebenarnya pemerintah sudah membagikan gratis aplikasi e-procurement cuma sekarang tinggal keseriusan pemerintah daerah untuk menerapkan sistem ini..
    Fitur yang umum dijumpai di aplikasi e-procurement biasanya multi supplier, multi buyer (untuk contoh ini cuma pemda), user profile, user interface, dan security yang baik untuk menjaga dokumen.
    Untuk fitur spesifik (misalnya sistem e reverse auction) seperti fitur purchase order, fitur reverse auction, fitur request for quotation dll.

  21. 22 Elys Welt Mei 23, 2008 pukul 2:36 pm

    good luck aja🙂

    thanks kunjungannya ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: