Sekilas tentang golkar jelang Pemilu 2009

Pemilu 2004 menjadi bukti kelihaian Golkar berpolitik terutama dalam manuver menjelang pemilihan umum terutama pemilu 2004. Golkar yang merupakan partai terbesar rezim orde baru mengalami goncangan hebat saat reformasi. Pasca reforamasi partai ini menjadi tidak populer karena sejarah kedekatannya orba serta mengalami stigmatisasi dan demoralisasi politik yang parah. Hasilnya, perolehan partai dalam pemilu turun drastis dan kalah dengan PDIP yang mulai besar saat euforia reformasi berlangsung.

Namun, yang terjadi lima tahun kemudian kembali membuktikan begitu ampuhnya golkar bermanuver. Golkar hanya membutuhkan satu periode untuk kembali ke puncak. Salah satu langkah yang diambil golkar saat itu adalah mengadakan konvensi nasional sebagai mekanisme partai dalam rekrutmen kepemimpinan nasonal. Golkar dengan mekanisme konvesinya mampu membangun citra sebagai partai yang demokratis, mungkin saking dramatisnya bahkan Akbar Tanjung yang saat itu menjadi ketua umum pun dapat dikalahkan calon lain, Wiranto.

Memang, kemenangan partai ini dalam Pemilu 2004 tidak semata karena mekanisme konvensi yamg dijalankan, banyak manuver lain yang mendukung Golkar untuk memenangi Pemilu 2004, seperti kiprah tokoh-tokohnya dalam membangun citra partai, keunggulan pengalaman dan keefektifan mesin politik atau juga mungkin dugaan “serangan fajar” seperti yang pernah dilontarkan partai lain tapi tetap saja manuver parttai Golkar menjelang pemilu 2004 patut diacungi jempol.

Lalu bagaimana dengan pemilu 2009? Golkar memang masih belum bisa dipastikan mampu mengunci kemenangan Pemilu legislatif 2009 karena itulah menarik untuk mencermati dinamika partai ini menjelang Pemilu 2009.

Golkar dengan ketua umum Jusuf Kalla hampir dapat dipastikan tidak akan lagi menggelar konvensi, Jusuf Kalla lah kemungkinan besar yang akan diusung dalam pilpres 2009.

Menyambut 2009 Golkar “terjebak” dalam posisi aneh dalam sistem demokrasi yaitu menjadi partai tengah. posisi ini memang membuat partai aman dari kian merosotnya popularitas pemerintahan SBY tapi sayangnya disaat bersamaan juga tidak akan dapat mengambil momentum oposisi seperti yang ditunjukkan dalam sikap partai di DPR mengenai hak angket BBM. Posisi ini pula yang membuat dilematis partai golkar dalam menyikapi kasus sengketa pilkada Malut lalu.

Hasil pilkada yang telah banyak digelar sangat buruk bagi Golkar, secara keseluruhan Golkar memenangi 5% lebih sedikit dari PDIP. Hal ini pastilah bisa turut menjadi kendala perolehan suara 2009 walaupun hasil pemilihan kepala daerah tidak sepenuhnya menggambarkan hasil pemilu legislatif.

Jika membicarakan prediksi pemilu 2009 tentu juga patut memperhatikan manuver partai lain menjelang pemilu namun, patut ditunggu akankah ketiadaan konvensi dan hasil buruk dalam pilkada mampu menggembosi perolehan suara partai ini dalam Pemilu 2009?

 

7 Responses to “Sekilas tentang golkar jelang Pemilu 2009”


  1. 1 Rita Juni 25, 2008 pukul 5:12 pm

    Paragraf 3, ya mungkin krna dah lama makan asam garam dalam berpolitik/partai
    the next p. hhmmmm no comment….beratttt mikirnya hhehehe:D

  2. 2 Singal Juni 25, 2008 pukul 8:43 pm

    Golkar harus berani memajukan tokoh muda yang energik, punya visi jauh kedepan dan punya program yang lebih nyata untuk dilakukan, jangka pendek, menengah dan panjang. Tokoh muda yang tidak tersangkut atau ikut dalam era ORBA. Golkar harus mengutamakan pendidikan untuk semua anak bangsa.

  3. 3 sluman slumun slamet Juni 26, 2008 pukul 12:16 am

    gak ada konvensi soalnya JK takut sama HB dan Fadel😀

  4. 4 petak Juni 27, 2008 pukul 2:07 pm

    @ Rita : Golkar kan partai paling berpengalaman memenangi Pemilu😀
    Hasil Pilkada Jatim patut ditunggu apakah Golkar akan tertanggu untuk tidak mengatakan kehilangan reputasinya.

    @ singal : Golkar sepertinya sadar, mereka kini mulai mengganti banyak kadernya di DPW..

    @ sluman slumun slamet : Jangan lupa juga Akbar Tanjung😀

  5. 5 sunnywate Juli 3, 2008 pukul 3:19 pm

    tokoh muda muda seperti yudi krisnandi patut diberi apresiasi, bahkan bila golkar, yang notabenenya adalah partai besar memunculkan tokoh muda, rakyat akan serta merta kembali berpihak di belakang golkar. sebab ? golkar berani mengambil terobosan besar untuk kemajuan besar bangsa ini. hidup anak bangsa

  6. 6 petak Juli 5, 2008 pukul 11:15 am

    Hasil mengecewakan dalam banyak Pilkada serta posisinya tengahnya yang aneh mau tidak mau menggiring Golkar kepada kebutuhan akan manuver dan inovasi cerdas

    Bisa jadi kemunculan tokoh muda jadi solusi untuk mengangkat citra partai, Bukankah politik citra sudah jadi varian politik utama di Idonesia?

  7. 7 dir88gun Maret 20, 2009 pukul 4:23 pm

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang,
    lihat kenyataan yang ada di sekitar kita!

    Uang Dihamburkan…
    Rakyat dilenakan…
    Pesta DEMOKRASI menguras trilyunan rupiah.
    Rakyat diminta menyukseskannya.
    Tapi rakyat gigit jari setelahnya.
    DEMOKRASI untuk SIAPA?

    Ayo temukan jawabannya dengan mengikuti!

    Halqah Islam & Peradaban
    –mewujudkan rahmat untuk semua–
    “Masihkah Berharap pada Demokrasi?”
    Tinjauan kritis terhadap Demokratisasi di Dunia Islam

    Dengan Pembicara:
    Muhammad Rahmat Kurnia (DPP HTI)
    KH. Ahmad Fadholi (DPD HTI Soloraya)

    yang insyaAllah akan diadakan pada:
    Kamis, 26 Maret 2009
    08.00 – 12.00 WIB
    Gedung Al Irsyad

    CP: Humas HTI Soloraya
    HM. Sholahudin SE, M.Si.
    081802502555

    Ikuti juga perkembangan berita aktual lainnya di
    hizbut-tahrir.or.id

    Semoga Ia senantiasa memberikan petunjuk dan kasih sayangnya kepada kita semua.
    Ok, ma kasih atas perhatian dan kerja samanya. (^_^)
    Mohon maaf jika ada ucapan yang kurang berkenan. (-_-)

    Wassalamu alaikum wr. wb.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: