Kantin kejujuran

Pemerintah kota Bekasi punya cara sendiri untuk menghilangkan kultur korupsi. Untuk memutus mata rantai korupsi, didirikanlah Program Kantin kejujuran. Pemkot Bekasi meresmikannya untuk diterapkan di beberapa lembaga pendidikan dari SD sampai SMP.
Program yang dibuka di sekolah ini memang sangat positif untuk memelihara sikap jujur dan anti korupsi siswa. Tapi tunggu dulu, bukankah memang sudah tujuan proses pendidikan, utamanya di sekolah, itu sendiri membangun kepribadian positif setiap siswanya? Akankah tidak lebih cocok jika kantin seperti ini didirikan saja di tempat tempat yang lebih memiliki potensi jadi tempat praktek korupsi. Meski program ini belum terbukti dapat mencegah korupsi tapi setidaknya dapat menjadi media penyadaran atau bahkan mungkin mampu menjadi indikator korupsi.
jadi, Kenapa tidak jika kantin seperti ini didirikan di kantor-kantor publik? di kantor pemkot sendiri mungkin🙂

16 Responses to “Kantin kejujuran”


  1. 2 Abeeayangâ„¢ Juni 29, 2008 pukul 5:38 pm

    mogah ajah diterapkan ditempat lainyah jugax….
    sayah pamit…. 😉

  2. 3 petak Juni 30, 2008 pukul 11:14 am

    @ ulan : mirip2 kantin sekolah🙂

    @ Abeeayang : Nanti banyak kasir yang protes:mrgreen:
    Monggo mas…

  3. 4 Gelandangan Juni 30, 2008 pukul 6:57 pm

    kebohongan dikalangan pejabat2 pemerintah kita kayaknya sudah lumrah munkin ini bagus buat masukan mahasiswa aja mas kantin kejujuran yang masuk harus jujur😀

    salam kenal

  4. 5 abiehakim Juni 30, 2008 pukul 10:27 pm

    Setuju! Kalau perlu di lingkungan Pejabat juga iya, saya yakin banyak yang gak jujur alias mau makan gak mau bayar, alasannya? duitnya gede2 alias gak ada recehan. Dasar pejabat yang cita2 dihari tua pengen jadi koruptor plus hotel prodeo tempat tinggal terakhirnya.

  5. 6 petak Juli 1, 2008 pukul 10:48 am

    @ gelandangan : Kalo kantinnya rugi ntar sapa yang nanggung?
    Masa pemerintah😆

    @ abiehakim : Jangan terlalu personal juga om nilai lingkungan mereka:mrgreen:

  6. 7 awan sundiawan Juli 1, 2008 pukul 12:59 pm

    wah…. hebat benar yang namanya kantin kejujuran…. ? pasti banyak yang tidak jujur…

  7. 8 petak Juli 2, 2008 pukul 9:16 am

    aneh yak kalo kita mulai kangen sama yang namanya kejujuran,
    jujur kan udah bawaan lahir😀

  8. 9 sonialis Juli 3, 2008 pukul 10:52 pm

    kantin kejujuran, hmmm, yang bikin kuenya jujur gak yach???
    Di tempat aku juga ada kantin kejujuran (SMPN 8 Padang, SMPN 1 Padang, dan SMA 1 Padang)….. saluuuud.

    lam kenal aja mas……….pet

  9. 10 dewi Juli 4, 2008 pukul 10:32 pm

    wah, kalo harus didirikan di tempat publik, harus dipikirkan dengan matang tuh…
    bukankah kejahatan itu terjadi juga karena adanya kesempatan?
    klo konsep kantin kejujuran nggak dibuat seideal mungkin, salah2 bisa ngebuang investasi percuma, ndak mendidik orang jadi jujur, tapi malah menciptakan pencuri ulung🙂
    salam kenal

  10. 11 petak Juli 5, 2008 pukul 10:55 am

    @ sonialis : Seharusnya memang Pemkot Bekasi belajar dari daerah yang sudah jalan kantin kejujurannya ataukah program ini sudah adaptasi dari sana.
    kalo menurut abang sudah efetif ga kantin kejujuran disana?
    nambah kantin ato sudah bangkrut😀

    @ dewi : Betul juga mbak, waspadalah-waspadalah:mrgreen:
    kantin seperti ini bisa jadi cuma indikator kalo hasilnya gitu ya bisa saja mencerminkan konsumennya😀
    asyik juga kalo toko2, di perumahan misalnya, ga pake lagi kasir tapi cuma kotak amal

  11. 12 Zazuli M. Hanief Juli 7, 2008 pukul 7:04 pm

    Kantin kejujuran. yah, judulnya menarik sekaligus membuat miris. negara di mana 99% penduduknya memiliki keyakinan dan ketaatan terhadap agama, kejujuran ternyata adalah barang mewah yang mesti bersusah payah ditemukan. kejujuran harus dibangun dari kantin. bukan dari sekolah, pesantren, tempat ibadah, atau kursus kepribadian.
    bukannya pesimis (apanya yang harus dipesimiskan?). prihatin. itu saja.

  12. 13 wi3nd Juli 12, 2008 pukul 10:27 am

    smo9a bisa terlaksana d9 baik…
    masalah jujur ato tidaknya yakh balik lage ke individuna masing2..
    tapi lucu sajah kok kantin???

  13. 14 E-KOZE Juli 13, 2008 pukul 2:34 pm

    mengapa di sekolahan? mungkin di sanalah masa depan Indonesia.
    Lagian kalau di tempat lain, misal instansi pemerintah dan jaringannya, apa laku?

  14. 15 petak Juli 13, 2008 pukul 7:52 pm

    @ Zazuli M. Hanief : Allah SWT mwnciptakan manusia kan sudah built-up sama kejujuran. tinggal kita aja sebetulnya yang mau pilih,,

    @ wi3nd : Ya lah mbak
    kalo apotek kayaknya ga laku kalo di sekolah😀

    @ E-KOZE : Sekolahan memang baik
    instansi pemerintahan juga baik
    Kalo gitu ko ga dibangun dua2nya aja yak?:mrgreen:

  15. 16 vikachew Juli 18, 2008 pukul 11:08 am

    Pendapat nih.🙂 Kalau di publik harus siap2 kecewa, nggak usah berharap banyak. Liat aja telepon umum hancur seperti itu…

    Adaaaa aja yang usil


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: