kontradiksi Demokrasi

Sewaktu Revolusi Islam Iran tengah mencapai puncaknya pada tahun 1979-1980, di negeri ini muncul seorang mullah yang, terutama oleh pengamat dan media barat, disebut sebagai “tokoh moderat dan demokrat” serta “rival utama” Imam Khomeini *pemimpin Revolusi Islam Iran* yaitu, Ayatullah Kazem Shariatmadari, yang waktu itu memimpin kelompok oposisi yang tergabung dalam partai Republik Rakyat Muslim (hezb-e Jombori-e khalq-e mosalman) sebagai lawan dari partai Republik Islam (hezb-e jombari-e Islam) yang berkuasa.

Sebagai “pejuang demokrasi”, Shariatmadari termasuk yang paling vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah. Suatu ketika, Ia datang menemui Khomeini untuk mendesak agar menginstruksikan rakyat supaya tidak terlalu memuja sang Imam. Dengan enteng Khomeini menjawab,

Anda bilang demokrasi harus ditegakkan, tapi anda justeru mendesak saya untuk memgbatasi kemauan rakyat.

11 Responses to “kontradiksi Demokrasi”


  1. 1 kucingkeren Agustus 5, 2008 pukul 4:42 pm

    ah,… i miss Khomeini badly.. Entah berapa abad lagi,bakal muncul imam yang sama…

  2. 2 *hari Agustus 6, 2008 pukul 1:36 pm

    mungkin memang demokrasi itu tak selalu sama artinya di setiap negara…

  3. 3 afwan auliyar Agustus 6, 2008 pukul 2:43 pm

    apakah demokrasi = islam kah ?!

  4. 4 h a b i b Agustus 6, 2008 pukul 3:02 pm

    Islam jelas gak cocok ama demokrasi kalo itu bermakna kekuasaan di tangan rakyat (suara terbanyak/quorum). dalam Islam,kebenaran mesti diyakini dan dijalankan meski hanya seorang. jadi ikutilah kebenaran…
    dan di Iran sudah ada bukti meski mungkin berbeda manhaj dengan mayoritas orang Indonesia bahkan dunia. sekarang pun Ahmadinejad berani anti Amerika dan negaranya maju. Kita?

  5. 5 herry setyono Agustus 6, 2008 pukul 3:49 pm

    gak tau mo ngomong apa… aq sgt awam soal politik, demokrasi ato apalah namanya

    klo aku, yg aku cari adl kebenaran. Nggak peduli pake sistem apa, klo menurutku tujuan dan caranya benar, itu yg ku ikuti…

    apakah islam = demokrasi or sosialis or demokrasi terpimpin or etc ?, ya tergantung dimana kita memposisikan islam itu sendiri

  6. 6 Mas Kopdang Agustus 7, 2008 pukul 10:04 am

    kehendak rakyat dianggap demokrasi? Lalu bila mengkultuskan pemimpin apakah Islami?
    Demokrasi seperti apakah yang islami?

  7. 7 nanda Agustus 7, 2008 pukul 7:00 pm

    wah………..mas ini suka ama hal berbau politik yach…..

  8. 8 dionbarus Agustus 8, 2008 pukul 11:58 am

    Demokrasi telah terbukti sebagai ideologi yang cukup reliable saat ini..Thanks 4 visiting my blog

  9. 9 didin Agustus 8, 2008 pukul 2:50 pm

    Demokrasi opo to artine..??? 😀
    Negara mana yg mencetuskan sebuah ide demokrasi???
    Apakah negara pencetus demokrasi itu sendiri sdh bisa melaksanakannya..??? hehehe..:D kadang² saya bingung dg arti sebuah demokrasi.
    Salam kenal,

  10. 10 utchanovsky Agustus 8, 2008 pukul 4:40 pm

    Mantab emang tokoh yg satu ini :thumbup:

  11. 11 ubadbmarko Agustus 9, 2008 pukul 2:11 pm

    Demo Kreasi, kalo mau berkreasi harus demo, he..he..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: