Baju tahanan buat koruptor

Perdana menteri china Zu Rongji pernah mengucap sumpah di suatu hari di bulan maret 1998.

Untuk melenyapkan korupsi. Saya menyiapkan 100 peti mati. sebilan puluh sembilan umtuk para koruptor dan satu untuk saya jika saya berbuat sama.

Lain di China lain di Indonesia, rasanya SBY tidak perlu ikut-ikut menyediakan 100 peti mati buat koruptor ditengah diskursus tentang layak tidaknya hukuman mati diterapkan di indonesia. Yang terpenting adalah, dan inilah esensi dari penyimbolan peti mati oleh Zu Rongji, integritas dan kemauan politik penyelenggara negara untuk memberantas korupsi dengan memberikan hukuman yang memiliki Shock Therapy dan efek jera.

Perasaan anomali seringkali muncul melihat banyak koruptor yang meski telah divonis bersalah menggangsir uang rakyat tak terlihat raut ekspresi menyesal. mungkin mereka menganggap vonis majelis hakim lebih sebagai cobaan daripada sebagai konskuensi perbuatannya.

koruptor tidak jauh beda dengan teroris atau para pengedar narkoba malah koruptor juga tergolong seorang psikopat karena punya ciri suka berpenampilan sempurna, pandai bertutur, mempesona, punya daya tarik luar biasa, dan menyenangkan. Dia juga selalu membuat kamuflase rumit, memutar-balikkan fakta, menebar fitnah, dan berbohonguntuk mendapatkan kepuasan serta keuntungan sendiri (tempo, 8/8/08).

Tidak sulit mencari bentuk hukuman yang memiliki Shock Therapy dan efek jera buat para koruptor. Setidaknya  tidak ada perlakuan khusus buat penilep uang rakyat dalam masa penahanan dengan memberikan “pelayanan” yang sama dengan para napi lain bahkan jika perlu tidak ada pengurangan masa tahanan (remisi) setiap 17 agustus bagi narapidana tindak pidana korupsi.

Rencana komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiapkan seragam khusus koruptor perlu didukung agar timbul efek jera dan perasaan malu menjadi tersangka korupsi. Semoga seragam seperti ini selanjutnya menyadarkan para koruptor bahwa korupsi bukanlah cobaan.

4 Responses to “Baju tahanan buat koruptor”


  1. 1 herry setyono Agustus 10, 2008 pukul 2:10 pm

    mungkin kita hrs nunggu pemilu selesai dulu br hal itu bs terealisasi (mungkin)
    bisa dijadikan kriteria pemilihan presiden tuh : “dicari, Presiden yg berani memakaikan baju orange kpd setiap koruptor di bumi indonesia ini”

  2. 2 mukhdan Agustus 11, 2008 pukul 8:54 am

    Memang mereka harus tampil beda, jangan tampil persis selebriti

  3. 3 Nin Agustus 12, 2008 pukul 2:30 pm

    Hehe…
    Cobaan ya?
    Mereka tidak beriman kan?

  4. 4 yusahrizal September 10, 2008 pukul 7:24 pm

    Ngomong2 dana buat penyediaan baju, biaya sablon, dll berapa yah?
    Paling ntar di mark-up lagi. Kesempatan bagus buat korupsi dengan memanfaatkan para koruptor.

    O iya. Menjadi koruptor tidak harus tidak beriman koq. Toh, setelah masuk penjara mereka akan bertobat dan rajin beribadah sehingga hukuman penjara dianggap sebagai cobaan tuhan.
    Setelah keluar penjara, mereka akan naik haji bagi yang islam, pergi ke vatikan mengaku dosa bagi yg kristen, dll untuk mengikis dosa korupsi. Lalu mereka akan kembali lagi ke Indonesia……………. untuk korupsi lagi (HAHAHA…lingkaran setan nih)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: