Pelajaran dari Lapo Tuak

blokir situsKomunitas Blogger tercoreng dengan kasus Lapo Tuak yang membuat posting tendensius tentang penghinaan terhadap nabi Muhammad SAW. Kabar bagus blognya sudah di Suspend tanpa perlu mengorbankan blog lain di WordPress. PestaBlogger 2008 dapat kado buruk dari Lapo Tuak. UU ITE pasal 28 sepertinya sudah dapat korban Bloggernya yang pertama.

Tapi setidaknya Lapo tuak bisa menjadi pelajaran.

Membuat Blog memang gampang, tinggal klik Sign Up saja kita sudah punya akun Blog.Tanpa paham Journalist Ethic pun semua bisa menjadi Blogger. Blog bisa jadi sangat subjektif karena empunya bisa bebas memajang posting apa saja sesuai selera hatinya.

Ga salah jika menkominfo pernah menyatakan kalo Blogger bukan pihak yang berhak menyebarkan informasi.

Sebagai Citizen Journalist sudah saatnya Blogger merumuskan Cyber Ethicnya sendiri yang dapat dipakai sebagai panduan sekaligus rambu dalam aktivitas Blogging.

Blog adalah media kebebasan berekspresi. Setiap Blogger punya passion to share tapi bukan berarti seenaknya saja share ekspresi negatif. Betul ga?

23 Responses to “Pelajaran dari Lapo Tuak”


  1. 2 manztea November 23, 2008 pukul 4:13 pm

    Sudah saatnya para blogger mempunyai kode etic bagaimana menjadi seorang blogger

  2. 3 donapiscesika November 23, 2008 pukul 6:32 pm

    saatnya blogger mengedepankan nurani…

  3. 4 danalingga November 23, 2008 pukul 7:49 pm

    Betul sih, cuma kadang negatif menjadi relatif.

  4. 6 angga November 24, 2008 pukul 5:33 pm

    yapz.. betul… blogger bebas tapi bukan kebablasan… harus punya kode etik, setidaknya tulisan yang di post harus dapat dipertanggung jawabkan…

  5. 7 jundul November 24, 2008 pukul 7:00 pm

    Begitulah kira-kira, jika yang dikedepankan hak asasi manusia, saat kebebasan berbicara dan berekspresi sudah tak ada limitasinya, sehingga membentuk friksi yang sungguh dalam dan berpotensi kearah destruktif total, apa tanggung jawab hak asasi manusai? tidak ada. Jika kemudian kasus seperti lapo tuak ini mencuat, menghina sana menghina sini, menghujat sana menghujat sini, mengutuk sana mengutuk sini, hanya untuk kepentingan sesaat, mana keberpihakan hak asasi manusia? Tidak ada. Kemudian yang setuju dengan lapo tuak, entah itu dari muslim apalagi non muslim, sama-sama berlindung mengatasnamakan hak asasi manusia, adalah hak asasi manusia bebas mengeluarkan pendapat dan bebas berekspresi. Jadi jelas hak asasi manusia itu diciptakan dengan prinsip diskriminatif dan sybjektif? Siapa yang menjadi objek? Selama ini baik itu di dunia nyata apalagi di duni maya ini ya Islam.

  6. 8 aNGga Labyrinth™ November 24, 2008 pukul 11:21 pm

    Yups,,, betul,,,
    It’s time for evolution, ayo kita buat blog yang berkualitas

  7. 9 Rita November 25, 2008 pukul 4:54 am

    Setuju ma “saatnya Blogger merumuskan Cyber Ethicnya sendiri yang dapat dipakai sebagai panduan sekaligus rambu dalam aktivitas Blogging”
    Membela nabi besar kita adalah wajib namun tidak akan terpancing dengan hal2 yang dapat menyamakan kita dgn mereka yang kurang kerjaan itu😀

  8. 10 isnuansa November 25, 2008 pukul 7:08 pm

    bebas itu juga harus dibarengi dengan tanggung jawab. bukan begitu?

  9. 11 Blog Yopan Prihadi November 27, 2008 pukul 10:23 pm

    Kebetulan saya sempat baca sebelum di banned oleh wordpress.
    Saya hanya bisa mengelus dada membaca artikel, komentator dan moderasinya.
    Setuju sekali..pelajaran paling berharga buat para blogger untuk lebih mengedepankan etika dan nurani.

  10. 12 petak Desember 1, 2008 pukul 12:30 am

    @JelajahiDuniaEly
    Tinggal waktu?

    @Manztea
    Setuju om🙂

    @Donapiscesika
    Juga hati..
    ditambah rakyat
    Jadinya😀

    @Danalingga
    tentu dengan kode etik perlu definisi yang jelas
    bisa tambah runyam kalo warnanya abu-abu

    @Ade
    Emboh lah om
    apa ga akan jadi seperti RUU APP kalo masi berat di masalah definisi

    tapi sepertinya sekarang masi terlalu jauh🙂

    @angga
    Jadi penasaran sama nasibnya Si Lapo Tuak sejarang..

    @Jundul
    Bingung juga kalo bergeser tendensius

    Faktanya HAM saya pikir memang terkonstruksi sepihak
    seperti sebuah senjata di medan pertempuran Opini

    saya bukan ahli senjata juga bukan ahli perang
    tapi seperti jawaban Deadlock
    Kita (sebagai umat) memang harus mampu selalu melakukan yang terbaik
    Amieen…

    @aNGga labyrinth
    Saya ikutan..

    @Rita
    Mereka bukannya ga punya kerjaan
    tapi memang itu kerjaan mereka🙂

    @isnuansa
    Saya ikut om😀

    @blog Yopan Prihadi
    Semoga betul-betul bisa jadi Pelajaran,

  11. 13 yulism Desember 1, 2008 pukul 12:31 am

    Betul banget, kebebasan individu yang satu dibatasi atau bersinggungan dengan kebebasan individu yang lain. Jadi setiap kebebasan itu pasti terbatas. Dibatasi oleh norma, tanggung jawab dan etika bermasyarakat. Semoga semua blogger lebih bertanggung jawab dalam menumpahkan segala kreatifitasnya ataupun pemikiran dan perasaannya. thanks

  12. 14 bocahkureng Desember 1, 2008 pukul 8:26 am

    Setuju dengan Bang Yulism, kebebasan tidak bleh tidak ada batasannya, ntar kita g ada bedanya ama yang di hutan belantara

  13. 15 Muda Bentara Desember 1, 2008 pukul 4:43 pm

    betul buk …. karena kebebasan juga memerlukan pertanggung jawaban ….

  14. 16 limpo50 Desember 2, 2008 pukul 6:32 am

    kalo norma bloger terbangun dari nuraninya, BLOG bisa menjadi dunia yang ELEGAN…yang ELITIK …dimana orang bisa mendapat lingkungan buat belajar dengan cara lain…
    Biarkan terbentuk norma yang unik…
    Tak perlu merujuk pada kode jurnalistik yang sudah ada, nanti tak ada pilihan lain..dunia jadi sama dimana-mana.

  15. 17 Tuyi Desember 2, 2008 pukul 7:45 am

    Makanya jangan nambah runyam ya…
    Negara kita dah banyak yang runyam-runyam..
    HAmpir tiap hari beritanya seperti itu.

  16. 18 ariefdj™ Desember 2, 2008 pukul 9:49 am

    Heeh.. kode etik per-bloggeran.. Btw, sampe sejauh ini saia baru cuman bisa menduga motif-nya si pembuat blog tersebut.. Mungkin iseng, mungkin sengaja provokasi, mungkin ada unsur ‘persaingan usaha’ karena jika si Matt cs kurang peka sehingga meski melanggar ToS-nya, tapi blog tersebut ‘sengaja dibiarkan’ tetep eksis, ya tau sendiri lah yang kemungkinan besar bakal terjadi pada server2 wordpress, mungkin juga hal2 lain yang gak dapat saia sebutkan satu persatu.. Semoga ajah blog-blog sampah yg sejenis seperti itu gak muncul lagi..

  17. 19 renimaldini Desember 2, 2008 pukul 8:23 pm

    udah lama gak ngunjungi blog ini… Akhirnya ketemu setelah liat blog mas balada pns…
    yah, ada himah juga pasca postingan yang menghina nabi muhammad saw…
    setidaknya, patut diketahui menulis di blog bukan berarti bebas berekspresi..tetap ada aturannya…

  18. 20 petak Desember 11, 2008 pukul 12:23 am

    @ yulism
    jadi ingat pelajaran PPKN pas sekolah dulu
    “hak kita itu dibatasi hak orang lain”
    gitu kata bu guru

    @ bocahkureng
    Blogosphere khan sudah kayak hutan belantara🙂

    @ Mudabentara
    Ya iyalah
    APBD aja mesti ada pertanggung jawabannya
    Lho kok bisa sampe APBD?

    @ limpo50
    coba kalo semua orang namanya Pierre

    @ Tuyi
    Ruwet si om,

    @ Ariefdj
    motif baru,
    persaingan usaha:mrgreen:

    @ renimaldini
    Ketemu lagi uni😀

  19. 22 petak Desember 11, 2008 pukul 10:42 pm

    Ada banyak..
    korban apa si?


  1. 1 Curhat « Wahana Baru Membuka Cakrawala Lacak balik pada November 29, 2008 pukul 5:50 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: