Archive Page 2

999 Muda Praja IPDN Dikukuhkan

SUMEDANG, KAMIS – Sebanyak 999 muda praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri dikukuhkan oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto di kampus IPDN Jatinangor dalam sebuah upacara yang dihadiri ribuan keluarga praja serta tamu undangan, Kamis (25/9). Angkatan tersebut adalah angkatan yang dikukuhkan setelah IPDN tidak menerima pendaftaran selama setahun akibat kasus kekerasan yang mendera.

Dalam sambutannya, Mardiyanto mengharapkan agar para muda praja menjadi pamong yang menjadi ujung tombak pemerintahan di daerah. Selain itu, para praja dituntut memiliki kepekaan sosial, cerdas serta jujur.

Mulai angkatan 2008 ini, beberapa perubahan yang terasa adalah penjurusan sejak tahun ke dua. 400 praja akan disebar ke empat provinsi lain yaitu Sumatera Barat, Riau, Sulawesi Utara, serta Sulawesi Selatan. Mardiyanto menjelaskan, upaya tersebut bertujuan mengatasi rasio praja dengan pengasuh yang masih timpang serta mempersiapkan para praja untuk terjun langsung ke lapangan. (ELD)

Sumber : Kompas

Iklan

Birokrasi Award

Setelah cukup berhasil mendorong dan memunculkan kompetisi inovasi yang sehat antar daerah untuk maju di era Otonomi Daerah melalui program anugerah Otonomi Awardnya, jawa Pos group kembali berinovasi.

Kali ini Jawa Pos Group melalui Institute of Bureaucracy Reform (IBR) yang dikelola Indo pos menggelar sebuah forum penghargaan yang diberikan kepada para birokrat eselon I yaitu Dirjen di departemen maupun kementerian strategis yang diberi nama Birokrasi award.

Sebuah peran baru diambil media Indonesia untuk mewujudkan  birokrasi yang sehat. Upaya pers dalam mendorong perbaikan dalam kinerja birokrasi di tanah air tidak lagi hanya lewat kritikan di media massa tapi juga melalui sebuah bentuk apresiasi bagi birokrat yang meiliki kinerja baik.

Birokrasi Award jadi salah satu kontribusi pers demi Birokrasi yang sehat dan bermartabat. Anugerah ini pertama kalinya digelar Kamis malam kemarin (11/9).  Ada delapan kategori penilaian yang dilakukan yaitu Statemanship, integrity, visionary, leadership, followership, kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kategori kompetensi sosial yang sekaligus menjadi kategori penerima award.

Pemenang untuk kategori kenegarawanan atau statesmanship diberikan kepada Masnellyarti Hilman, deputi Konservasi Smber Daya Alam, Kementerian Lingkungan Hidup yang memiliki record baik saat membawahi tim teknis penanganan kasus Buyat.

Kategori visionary atau berpikir ke depan diberikan kepada Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika. Kategori integrity diberikan kepada Herry Soetanto, Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional, Departemen Perdagangan. Kategori leadership diraih Herry Purnomo, Dirjen Perbendaharaan, Departemen Keuangan.

Selanjutnya, kategori followership diraih I Nyoman Kandun, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan.

Kategori lain untuk birokrat dengan ciri kompetensi diraih Anwar Supriyadi, Dirjen Bea dan Cukai, Departemen Keuangan, untuk kategori kompetensi teknis. Kemudian, Agoes Widjanarko, Sekjen Departemen Pekerjaan Umum, untuk kategori kompetensi manajerial. Yang terakhir kategori kompetensi sosial diraih Benny Wachyudi, Dirjen Industri Agro dan Kimia, Departemen Perindustrian.

Para juri adalah tim bentukan IBR yang selama setahun melakukan monitoring dan penilaian terhadap kinerja para Dirjen di departemen maupun kementerian strategis.

Semoga saja ajang seperti ini mampu memberi kontribusi pada tercapainya Birokrasi indonesia yang sehat karena bagaimanapun juga birokrasi yang sehat juga cerminan negara yang kuat 🙂 Setuju?

Bekamenga, striker Nantes yang eks pemain Persib

Mantan striker Chelsea dan Atletico Madrid, Mateja Kezman, tampil sebagai pahlawan saat Paris Saint Germain (PSG) menjamu Nantes di pekan ke-5 Ligue 1 Liga Prancis, Minggu atau Senin (15/9) dini hari kemarin. Dia mencetak satu-satunya gol pada menit ke-7 melalui titik penalti, hingga PSG menang 1-0.

Ini dia highliht pertandingannya,

Tapi bukan cuma striker timnas Serbia ini saja yang menarik perhatian. Kalo kita perhatikan Highlight pertandingan rasanya striker Nantes yang beberapa kali sempat mengancam gawang Mickael landreau ini wajah dan namanya sudah ga’ asing lagi dengan gibol Indonesia.

Selidik punya selidik,  Ternyata Bekamenga pernah membela Persib bandung bahkan musim kemarin striker timnas kamerun U-23 ini masih rekan satu tim Eka Ramdhani. Lumayan lah ternyata masih ada “alumni’ liga Indonesia yang bisa tembus main di klub liga utama Eropa.

Setidaknya Bekamenga bisa jadi bukti kalo kualitas para pemain asing di liga indonesia bukan semuanya pemain kelas dua. Percuma PSSI memberi kuota tiap klub lima orang pemain asing jika kualitasnya sama dengan pemain lokal. PSSI awal musim kemarin malah mengeluarkan daftar Blacklist pemain bermasalah.

The last Lecture, kisah inspirasional Randy Pausch

Kisah Randy Pausch, seorang profesor dalam bidang ilmu komputer di Carnegie Mellon University, Pennsylvania, Amerika Serikat yang hidupnya telah divonis dokter tidak akan sampai satu tahun karena kanker pangkreas ini sangat menyentuh hati dan patut dikenang karena keberaniannya dalam menjalani takdir.

Dia pernah berkata suatu kali,

Kiat tidak bisa mengubah kartu-kartu yang dibagikan kepada kita, kecuali bagaimana cara kita memainkannya,

Kita bisa lihat bagaimana Dia menyampaikan kuliah terakhir di depan mahasiswanya, sangat inspirasional. ini videonya,

Kutipan Randy Pausch lainnya yang saya suka dengarnya yaitu saat Ia berpesan kepada putrinya yang masih kecil,

Jangan pandang laki-laki dari ucapannya tapi perbuatannya 🙂

6 bulan pertama Ngeblog

Ga terasa sudah 6 bulan umurnya Petak, 12 september kemarin sih tepatnya. lumayanlah sudah setengah tahun. Alhamdulillah baru 59 tulisan yang sudah saya posting.

Petak ini blog pertama saya tapi sudah terasa banyak manfaatnya terutama dalam belajar menulis, selain juga bonus lebihnya dapat membangun silaturrahim dengan menambah teman baru. *awalnya sih ga percaya cuma nulis di blog bisa nambah teman*

Kalo ditanya tujuan ngeblog, yang pertama saya jawab pasti belajar menulis. jangan heran kalo blog ini ga ada niche, yang ada malah gado-gado.

Lewat blog mungkin saya bisa menguji orisinilitas ide dan kekhasan tulisan, itu juga kalo memang punya 🙂 kalo cuma lewat kuliah sama ujian semester kan ga bisa, tolah-toleh dikit aja jawaban bisa ga lagi orisinil 😀

Pertama mulai ngeblog, jujur saya ga tahu mau nulis apa. akhirnya terbesit ide untuk cari bahan tulisan di sekitaran saya sendiri dan ya, ternyata tulisan pertama saya tentang bapak bukan Hello World!

Saya sadar masih banyak kekurangan dengan tulisan saya di blog ini. Meski kurang lepas dan ga blak-blakan bukan berarti ada sebuah pretensi. sampai sekarang pun saya masih belajar menulis.

jika untuk memiliki kekuatan dan kekhasan dalam menulis terlebih dulu butuh tulisan awal yang apa adanya, blog ini memang sengaja dikorbankan kesana. blog ini memang masih apa adanya.

kosakata dan pengaruh budaya Islam

Banyak kosakata dalam bahasa Indonesia yang sebenarnya berasal dari bahasa asing. adopsi kata dari bahasa asing seperti ini ternyata juga dapat menjelaskan bagaimana pengaruh budaya asal kata ke dalam budaya Indonesia. Kata Take off contohnya, jelas sekali betapa besar pengaruh budaya barat pada budaya kita saat ini terutama dalam bidang teknologi dan peralatan canggih.

Pengaruh dari kebudayaan lain pun sama, Islam misalnya, dapat pula dilihat dari banyaknya adopsi kata arab  dalam bahasa indonesia bahkan cara ini bisa juga dipakai untuk mengetahui bagaimana islam masuk ke Nusantara beserta “daya tarik”nya. Kawasan nusantara adalah salah satu dari sedikit daerah yang diislamkan tanpa didahului penaklukan militer. Metode masuknya Islam di nusantara ialah perembesan damai atau Penetration Pacifique.

Kosakata dalam bahasa indonesia yang sejatinya berasal dari bahasa Arab seperti adat, berkat, dawat, hajat, jemaat, kalimat, masyarakat, niat, rahmat, sifat, tobat, warkat, zakat, waqaf, jerapah, gairah, makalah, mahkamah, muamalah, usrah, zarrah, ibadah, hikmah, musyawarah dan lainnya.

Dari berbagai kata pinjaman dari bahasa arab, baik langsung atau lewat bahasa ketiga, dapat diketahui bahwa unsur-unsur Islam terpenting dalam budaya Indonesia ialah di bidang konsep-konsep sosial dan politik. kenyataan ini juga sekaligus menegaskan bagaimana daya tarik Islam hingga mampu dengan mudah menggeser Hindu-budha sebagai agama utama di kawasan nusantara kala itu.

Daya tarik Islam di Nusantara pada masa lampau adalah melalui konsep sosial, politik, dan kemasyarakatannya. Pada masa sebelum datangnya Islam, feodalisme masih sangatlah kuat dalam sistem kemasyarakatan karena masih kuatnya nuansa feodal Hindu. Saat itu, raja dalam suatu negeri memiliki kekuasaan yang mutlak. Raja bisa mengambil apa saja milik rakyatnya dari sekedar hasil kebun sampai istri.

Islam denagn konsep Egalitarianismenya yang dinamis dan revolusioner saat itu *bahkan masih sangat sesuai dengan semangat zaman modern saat ini* menjadi sangat menarik bagi masyarakat nusantara. Islam mengajarkan bahwa semua orang di mata Allah adalah sama dan hubungan antara manusia dan tuhan bersifat langsung dan pribadi. Tidak ada upacara misterius ataupun sakramen hingga tidak ada struktur kelas pendeta.

Dalam Encyclopaedia Britannica dijelaskan,

Faktor yang paling fundamental dan dinamis dari etika sosial yang diberikan oleh Islam ialah Egalitarianisme. Semua anggota keimanan itu, tidak peduli warna kulit, ras, dan status sosial atau ekonominya, adalah partisipan yang sama dala komunitas.

Pengaruh Islam terhadap kebudayaan barat

Seperti juga terhadap budaya Indonesia, terhadap budaya barat itu juga bisa dilihat, antara lain, dari beberapa kat pinjaman arab, seperti dalam bahasa inggris:

Admiral, alchemy, alcohol, alcove, alfalfa, algebra, algorithm, alkali, azimuth, azure, calibre, carafe, carat, carawy, cipher, coffee, cotton, elixir, jar, lute, macrame, magazine, mohair, monsoon, muslin, nadir, saffron, sherbet, sofa, tariff, zenith, dan zero.

dari pinjaman kata ini dapat dilacak jejak pengaruh Islam terhadap budaya barat lebih di bidang pengetahuan, teknologi, dan kenyamanan dalam hidup bereradaban.

hal ini menjelaskan hubungan organis antara Renaissance di eropa dan peradaban Islam. kebangkitan Eropa pada abad XV-XVI memang dimulai dengan gerakan penerjemahan, pengkajian, dan pengembangan karya-karya ilmiah dari luar yaitu dunia Islam yang terlebih dahulu mencapai masa kejayaan.

Peradaban Islamlah yang pertama kali menginternasionalisasikan ilmu pengetahuan dengan sikap kaum muslimin yang terbuka dan inklusivistis. Sebelumnya, ilmu berwatak amat nasionalistis, karena saat itu dikenal ilmu yunani, ilmu mesir, ilmu persia, ilmu Cina dan seterusnya.

Retorika

Meski awalnya banyak yang meragukan pilihan Jhon McCain padanya, Sarah Palin ternyata mampu membuktikan bahwa pilihan kandidat presiden partai republik itu tidaklah salah. Polling terbaru USA Today menunjukkan veteran Vietnam ini mengungguli Obama yang sudah lebih lama mendominasi.

Salah satu senjata ampuh yang dimiliki Sarah Palin adalah kepiawaiannya dalam berretorika. Dia lincah mengelak serangan “perkenalan” dari Obama bahkan secara lugas menyerang balik dengan mengatakan

Dalam politik, ada sebagian calon yang menggunakan perubahan untuk mendorong karirnya. Kemudian ada oarang lain, seperti Jhon McCain, yang memakai karir mereka untuk mendorong perubahan.

Sama sekali tidak jelas memang siapa yang akan membawa perubahan di Gedung Putih karena politik bukan masalah antara hitam dan putih tapi yang terpenting, dan ini yang membuat menarik, adalah seni bagaimana orang percaya kalo yang ini putih dan itu hitam.

Setidaknya Sarah Palin mampu menyaingi Obama yang memang dikenal hebat dalam manuver retorika. Barrack Hussein Obama besar salah satunya karena kemampuannya menyusun rangkaian kata bahkan ada yang menyamakan pidato spontan The Audacity of Hope-nya saat konvensi partai di tahun 2004 dengan I Have A Dream-nya marthin luther king Jr.

Pemilihan Presiden Amerika ini setidaknya bisa memberi contoh bagi elit politik kita  bagaimana berpolemik secara cerdas dan dewasa dengan mengedepankan aspek intelektualitas tidak sekedar memberi kesan saur manuk. rasanya kita tidak perlu lagi mendengar pilihan kata seperti poco-poco, dansa, tebar pesona, I don’t care atau apalah..