Posts Tagged 'blogger'

Pelajaran dari Lapo Tuak

blokir situsKomunitas Blogger tercoreng dengan kasus Lapo Tuak yang membuat posting tendensius tentang penghinaan terhadap nabi Muhammad SAW. Kabar bagus blognya sudah di Suspend tanpa perlu mengorbankan blog lain di WordPress. PestaBlogger 2008 dapat kado buruk dari Lapo Tuak. UU ITE pasal 28 sepertinya sudah dapat korban Bloggernya yang pertama.

Tapi setidaknya Lapo tuak bisa menjadi pelajaran.

Membuat Blog memang gampang, tinggal klik Sign Up saja kita sudah punya akun Blog.Tanpa paham Journalist Ethic pun semua bisa menjadi Blogger. Blog bisa jadi sangat subjektif karena empunya bisa bebas memajang posting apa saja sesuai selera hatinya.

Ga salah jika menkominfo pernah menyatakan kalo Blogger bukan pihak yang berhak menyebarkan informasi.

Sebagai Citizen Journalist sudah saatnya Blogger merumuskan Cyber Ethicnya sendiri yang dapat dipakai sebagai panduan sekaligus rambu dalam aktivitas Blogging.

Blog adalah media kebebasan berekspresi. Setiap Blogger punya passion to share tapi bukan berarti seenaknya saja share ekspresi negatif. Betul ga?

Iklan

Passion to share

Kini semakin banyak saja orang yang keranjingan sama yang namanya blog, termasuk juga saya salah satunya 🙂 . Kalo dipikir-pikir sih blogging memang lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya *bahasanya influencer sih gitu* apalagi sekarang sudah banyak blog hosting lokal Indonesia seperti dagdigdug, blogdetik dan banyak lainnya.

Makanya, kampanye gerakan sejuta blogger yang dicanangkan om Nuh saat Pesta Blogger 2007 kemarin perlu didukung. Ga perlu ambil pusing dengan tudingan Blogger itu Hacker atau apalah, Devil May Care. Ga perlu jadi Hacker kalo cuman untuk buat Blog!

Menkominfo memang juga pernah bilang kalo Blogger bukanlah pihak yang berhak menyebarkan informasi. It’s ok toh Blogging juga positif membangun budaya menulis. bangsa yang besar adalah bangsa yang siap memasuki budaya menulis, katanya sih begitu.

Ada satu kesamaan kalo semua Blogger di dunia dikumpulkan jadi satu *di ruang 3×4*. Semua Blogger pasti merasakan dan memiliki apa yang bahasa minangnya disebut Passion to share, hasrat untuk berbagi. Hasrat ini lah yang membuat kita terus betah Blogging, jadi rajin Blogwalking lah trus kalo ada sesuatu kejadian, atau apalah, yang menarik perhatian kita biasanya ada dorongan untuk kita tulis di Blog agar bisa share dengan yang lain.

Esensi blogging adalah berbagi. Passion ini juga lah yang membedakan Blogger dengan wartawan media mainstream. Kalo wartawan lebih menekankan sisi to cover dalam menulis berita, Blogger lebih pada sisi to share.

Hmm… Jadi intinya hari ini? Blogger ga ada yang pelit :mrgreen: makanya ayongeblog!

Blogger tidak berhak menyebarkan Informasi

Blog hadir dari sebuah proses revolusi Informasi. Ia adalah hasil perkawinan antara teknologi dengan jurnalistik baru. Kehadiran blog memberikan pilihan baru akan akses Informasi bagi masyarakat. Namun, Blog belumlah dapat dikatakan alternatif media Informasi jika mengingat apa yang pernah dinyatakan oleh menteri komunikasi dan Informatika M Nuh bahwa Blogger bukanlah kalangan yang mempunyai hak menyebarkan Informasi seperti halnya media massa mainstream.

Disahkannya Undang undang tentang Informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan pasal KUHPnya juga mengatur tentang pemberitaan daring atau online belum cukup mensahkan blog sebagai media Informasi baru. Meski merupakan hasil perkawinan resmi antara jurnilistik baru dengan teknologi, blog belum dapat dikatakan sebagai anak sah kalo tidak bisa disebut anak haram.

Blog memang dapat berlaku subjektif, karena berita yang dimuat semua berdasarkan selera pemilik blog dan hanya dia yang dapat bertanggung jawab atas kebenaran berita karena memang blog juga adalah media untuk kebebasan berekspresi. Dibanding wartawan yang lebih mencerminkan sisi to cover, blogger lebih menekankan pada adanya passion to share. Blog hadir tidak sebagai substitusi media mainstream karena bagaimanapun juga seperti Marshal Mcluhan pernah katakan “medium is message”.

Blog sebagai social journalism juga memiliki banyak kekurangan, Vincent Maher dari rhodes university menyebut kelemahan jurnalisme ini karena tidak memiliki “3e” yaitu etika, ekonomi, dan epistemologi. Tapi blog sebagai jurnalisme publik juga pasti akan terus berkembang.